Wakapolri Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Pemimpin Visioner
Gerbangkaltim.com, Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menerima penghargaan The Visionary Leader of National Security dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Penghargaan itu diberikan atas apresiasi akademisi terhadap agenda reformasi dan transformasi kelembagaan Polri yang terus didorong melalui penguatan sumber daya manusia, pendidikan, riset, serta pemanfaatan teknologi.
Penghargaan diserahkan langsung Rektor Unissula Prof. H. Gunarto dalam audiensi di Ruang Rapat Wakapolri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wakapolri didampingi jajaran yang menangani Pusat Studi Kepolisian, percepatan reformasi Polri, serta Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang.
Rektor Unissula Prof. Gunarto menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan bentuk penilaian akademik terhadap arah pembaruan yang dijalankan Polri. Menurutnya, transformasi pendidikan kepolisian, penguatan kompetensi personel, pengembangan scientific policing, hingga perluasan kolaborasi dengan perguruan tinggi menunjukkan adanya upaya membangun sistem keamanan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Reformasi pendidikan kepolisian, penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan scientific policing, transformasi STIK-PTIK menuju Universitas Kepolisian, hingga pembentukan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama perguruan tinggi merupakan langkah-langkah visioner,” ujar Gunarto.
Di bawah koordinasi Wakapolri pada bidang pembinaan organisasi, Polri disebut tengah mengembangkan sejumlah program strategis. Program itu antara lain Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sespim Polri, Laboratorium Sosial di Akademi Kepolisian, transformasi STIK-PTIK menuju Universitas Kepolisian atau UNIPOL, serta pembentukan Pusat Studi Kepolisian yang melibatkan puluhan perguruan tinggi di Indonesia.
Selain itu, pembaruan kurikulum pendidikan Polri juga diarahkan pada penguatan nilai hak asasi manusia, kepemimpinan, pelayanan publik, serta peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi tantangan keamanan kontemporer. Tantangan tersebut mencakup kejahatan siber, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.
Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Unissula. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Polri untuk konsisten menjalankan agenda transformasi secara berkelanjutan.
“Transformasi Polri tidak mungkin dilakukan sendiri. Kami membutuhkan kemitraan dengan perguruan tinggi agar setiap kebijakan, sistem pendidikan, dan penegakan hukum semakin berbasis riset, ilmu pengetahuan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Dedi.
Dalam kesempatan itu, Unissula juga mengundang Wakapolri sebagai keynote speaker dalam Seminar Internasional Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang pada 30 Juli 2026. Forum tersebut direncanakan menghadirkan delegasi dari 18 negara untuk membahas strategi penanganan kejahatan lintas negara.
Wakapolri menyambut undangan tersebut dan menegaskan kolaborasi dengan dunia akademik maupun kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas Polri menghadapi dinamika kejahatan yang semakin kompleks.
BACA JUGA
