Warga Binaan Lapas Banjarmasin Latih Budidaya Hidroponik, Selada Dipindah ke Netpot
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin memperkuat keterampilan budidaya tanaman melalui kegiatan pindah tanam (transplanting) bibit selada ke netpot hidroponik. Kegiatan ini dilakukan di area SAE 2, setelah bibit memasuki usia sekitar 7 hari.
Kegiatan yang didampingi petugas Lapas dan peserta magang nasional ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Bibit yang sebelumnya disemai dipindahkan ke netpot agar mendapatkan nutrisi secara optimal melalui sistem air, sehingga pertumbuhannya lebih terkontrol dan efisien.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan, pindah tanam merupakan tahap penting dalam budidaya hidroponik.
“Pada usia ini, bibit sudah cukup kuat untuk dipindahkan ke netpot. Kami memastikan setiap tahap dilakukan dengan benar agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen,” ujar Bagus, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan program pembinaan kemandirian diarahkan pada kegiatan produktif yang memiliki nilai guna.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang nyata dan aplikatif. Budidaya hidroponik ini menjadi salah satu upaya untuk membekali mereka dengan kemampuan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti,” kata Akhmad.
Seorang warga binaan berinisial FS mengaku antusias mengikuti kegiatan ini karena memberi pengalaman baru yang bermanfaat.
“Kami belajar langsung bagaimana cara memindahkan bibit dengan hati-hati dan merawatnya di sistem hidroponik. Ini pengalaman baru dan sangat bermanfaat untuk kami,” ungkap FS.
Program ini tidak hanya menumbuhkan tanaman selada, tetapi juga menanamkan harapan bahwa setiap proses belajar, sekecil apa pun, dapat menjadi awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga binaan.
BACA JUGA
