Warga Binaan Lapas Banjarmasin Produksi Cookies, Jadi Bagian Pembinaan Kemandirian
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menunjukkan hasil pembinaan kemandirian melalui produksi makanan olahan berupa cookies yang dibagikan kepada para pegawai, Selasa (17/3/2026).
Produk bakery tersebut merupakan hasil pelatihan keterampilan yang diikuti warga binaan dalam program pembinaan kerja. Cookies diproduksi melalui proses yang terstruktur, mulai dari pelatihan hingga pengolahan, sehingga menghasilkan produk yang layak konsumsi.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga menjadi upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
“Produk ini adalah hasil dari proses belajar dan pembinaan yang konsisten. Harapannya, ini bisa menjadi bekal keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah bebas nanti,” ujar Bagus.
Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, bersama jajaran petugas sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pembinaan di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, memberikan apresiasi atas hasil karya warga binaan yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih luas.
“Ini bukan sekadar produk, tetapi hasil dari proses pembinaan yang sungguh-sungguh. Kita ingin karya warga binaan terus berkembang dan memiliki nilai, baik di dalam maupun nantinya di luar lapas,” kata Akhmad.
Menurutnya, program pembinaan kemandirian seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan, karena tidak hanya membentuk keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Selain sebagai bentuk evaluasi hasil pelatihan, pembagian cookies kepada pegawai juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan lapas.
Ke depan, pihak lapas berharap produk hasil karya warga binaan dapat terus dikembangkan, baik dari segi kualitas maupun pemasaran, sehingga mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
BACA JUGA
