1.975 Personel Diterjunkan dalam Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Kaltim
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mengerahkan 1.975 personel dalam Operasi Ketupat Mahakam 2026 guna mengamankan perayaan Idul Fitri dan arus mudik di wilayah Kalimantan Timur.
Apel gelar pasukan digelar di halaman BSCC Dome Balikpapan, dipimpin oleh Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro dan didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kamis (12/3/2026).
Kapolda Kaltim mengatakan, apel gelar pasukan dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, dan prasarana sebelum operasi pengamanan dimulai.
“Apel ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel, sarana, serta perlengkapan yang akan digunakan dalam pengamanan perayaan hari raya tahun 2026,” kata Endar.
Menurut dia, sebanyak 1.975 personel dilibatkan dalam operasi tersebut yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta dukungan instansi terkait dan pengamanan swakarsa.
Selain personel, kepolisian juga menyiapkan puluhan pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Timur.
“Untuk Operasi Ketupat Mahakam di wilayah Kalimantan Timur, kami menyiapkan 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu,” ujar Endar.
Pos-pos tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti jalur mudik, pusat keramaian, hingga kawasan wisata guna memastikan keamanan masyarakat selama masa libur Lebaran.
Kapolda juga mengungkapkan terdapat 2.211 objek pengamanan yang menjadi fokus selama operasi berlangsung. Objek tersebut mencakup pelabuhan, bandara, tempat wisata, permukiman warga, hingga fasilitas publik lainnya.
Ia mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap memperhatikan keamanan rumah yang ditinggalkan.
“Kami mengajak masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri atau mudik untuk memastikan keamanan rumahnya. Jika ada barang berharga atau kendaraan yang ingin dititipkan, bisa dititipkan di kantor polisi terdekat,” ujarnya.
Selain pengamanan arus mudik, Polda Kaltim juga akan meningkatkan patroli di wilayah yang berpotensi terjadi kerawanan, terutama di kawasan permukiman yang banyak ditinggal penghuninya selama musim mudik.
“Patroli rutin akan terus kami lakukan, terutama di daerah-daerah yang rawan dan kantong-kantong pemudik,” kata Endar.
Di sisi lain, kepolisian juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar menjelang Lebaran untuk mengantisipasi potensi penimbunan atau lonjakan harga.
“Sampai saat ini belum ada indikasi penimbunan bahan bakar. Kami juga memantau ketersediaan bahan pokok agar tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu ekstrem,” katanya.
Operasi Ketupat Mahakam merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri, khususnya dalam pengamanan arus mudik dan arus balik.
BACA JUGA
