PHKT Bekali 100 Siswa SMK PPU Hadapi Dunia Kerja
Gerbangkaltim.com, Penajam Paser Utara – PHKT Goes to School kembali digelar PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) untuk memperkuat wawasan dan kesiapan generasi muda Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi dunia kerja, khususnya di tengah kebutuhan industri yang semakin kompetitif.
Program bertajuk “Mengenal Industri Hulu Migas & Persiapan Dunia Kerja” tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 22 Juli 2026. Sebanyak 100 siswa dari sembilan program keahlian mengikuti kegiatan yang juga didampingi 20 guru.
Sembilan kompetensi yang terlibat meliputi Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (LAFALO), Teknik Pemanasan, Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Kuliner, Perhotelan, Desain Komunikasi Visual (DKV), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), serta Teknik Elektronika.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal lebih dekat industri hulu minyak dan gas bumi (migas), mulai dari proses bisnis dan operasional hingga peran sektor energi dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Tidak hanya soal industri, materi yang diberikan juga diarahkan pada kesiapan menghadapi dunia profesional. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya integritas, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta semangat untuk terus mengembangkan kompetensi.
Aspek keselamatan juga menjadi bagian penting dalam pembekalan. Budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) diperkenalkan sebagai salah satu prinsip yang harus melekat dalam setiap aktivitas di industri hulu migas.
Head of Communication Relations & CID PHKT Elis Fauziyah mengatakan kegiatan Guru Tamu PHKT Goes to School merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas generasi muda.
Menurut Elis, industri energi membutuhkan calon tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter kuat dan kepedulian terhadap aspek keselamatan.
“Industri energi membutuhkan generasi penerus yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap keselamatan,” ujar Elis.
Dalam kegiatan tersebut, PHKT menghadirkan enam narasumber dari internal perusahaan dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul).
Sesi awal diisi Mutiara Dinanti dari Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Kalsul yang menyampaikan materi mengenai pengelolaan kegiatan usaha hulu migas. Siswa diperkenalkan dengan mekanisme pengelolaan sektor hulu serta kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Materi kemudian dilanjutkan oleh lima narasumber PHKT yang membahas sejumlah aspek industri migas. Mulai dari rantai bisnis migas dari sektor hulu hingga hilir, budaya kerja profesional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung operasi.
Para siswa juga mendapatkan gambaran mengenai pentingnya membangun budaya keselamatan sebagai bagian dari perilaku kerja sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami standar dan karakter dunia industri sebelum memasuki tahap Praktik Kerja Lapangan maupun bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Kepala SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara Asfianty Abbas Hasan Yunus mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PHKT. Menurutnya, kehadiran praktisi industri memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda karena siswa dapat memperoleh informasi langsung mengenai kebutuhan dan dinamika dunia kerja.
Salah satu peserta, Dzata Bahjah, siswi kelas XI Program Keahlian MPLB sekaligus Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menilai materi yang diberikan relevan karena memberikan gambaran nyata mengenai dunia profesional dan industri hulu migas. Pengetahuan tersebut juga dinilai dapat menjadi bekal dalam mempersiapkan diri menghadapi Praktik Kerja Lapangan maupun memasuki dunia kerja.
Melalui program Guru Tamu, PHKT berupaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu sekolah menyiapkan lulusan yang lebih memahami kebutuhan pasar kerja sekaligus memiliki kompetensi dan karakter yang sesuai dengan tantangan industri.
Bagi para siswa SMK di PPU, pembekalan semacam ini menjadi kesempatan untuk melihat dunia kerja dari perspektif praktisi. Sementara bagi perusahaan, keterlibatan dalam pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di daerah.
Sumber berita: PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT)
BACA JUGA
