20 Tahanan Baru Lapas Banjarmasin Jalani Skrining Kesehatan, TBC Jadi Perhatian
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Sebanyak 20 tahanan baru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menjalani pemeriksaan kesehatan awal pada Jumat (9/10/2026).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan setiap tahanan sekaligus mendeteksi dini potensi penyakit menular, termasuk tuberkulosis (TBC).
Pemeriksaan yang dilaksanakan di Klinik Lapas Banjarmasin itu ditangani petugas kesehatan Milia Ahyati, Olivia Kristianti, dan Kartika Candra Purba.
Rangkaian pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta pendataan riwayat kesehatan. Petugas juga melakukan skrining terhadap sejumlah faktor risiko, seperti riwayat penggunaan narkoba, kepemilikan tato, perilaku seksual berisiko, dan riwayat penyakit dalam.
Selain itu, petugas mendata kepesertaan BPJS Kesehatan untuk mengetahui informasi terkait akses pelayanan kesehatan bagi para tahanan.
Skrining TBC turut dilakukan melalui pemeriksaan sampel dahak sebagai bagian dari upaya mendeteksi kemungkinan penyakit menular sejak awal.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi petugas medis untuk menentukan tindak lanjut sesuai kondisi kesehatan masing-masing tahanan.
Petugas kesehatan juga memberikan penjelasan mengenai prosedur memperoleh pelayanan medis selama menjalani masa penahanan di Lapas Banjarmasin, termasuk mekanisme layanan rawat jalan maupun rawat inap apabila dibutuhkan.
Petugas kesehatan Klinik Lapas Banjarmasin, Milia Ahyati mengatakan, pemeriksaan awal penting untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan tahanan sejak pertama kali masuk ke lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui pemeriksaan ini, kami melakukan pendataan dan skrining awal untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor risiko yang perlu mendapat perhatian. Kami juga menjelaskan alur pelayanan pengobatan agar tahanan memahami prosedur yang harus diikuti ketika membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis,” ujar Milia.
Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menegaskan, pemeriksaan kesehatan awal merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan medis tahanan dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
“Pemeriksaan kesehatan sejak awal penting untuk mengetahui kondisi setiap tahanan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Kami berkomitmen mendukung pelayanan kesehatan yang terarah agar kebutuhan medis dapat teridentifikasi dan ditangani sesuai prosedur,” kata Akhmad Heriansyah.
Menurut dia, pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dari pemenuhan hak setiap orang yang berada di dalam lapas. Karena itu, pendataan dan skrining sejak awal diperlukan untuk membantu petugas menentukan kebutuhan penanganan sekaligus mendukung pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui pemeriksaan tersebut, Klinik Lapas Banjarmasin berupaya memastikan tahanan baru memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan, sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap penyakit yang berpotensi mengganggu kesehatan penghuni lapas lainnya.
BACA JUGA
