Bacitra Akan Berbayar Mulai 1 Juli 2027, Dishub Balikpapan Kaji Skema Tarif dan Opsi Gratis bagi Kelompok Tertentu
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Layanan transportasi massal Balikpapan City Trans (Bacitra) dipastikan akan beralih dari gratis menjadi berbayar mulai 1 Juli 2027. Kebijakan ini seiring dengan rencana pengalihan kewenangan pengelolaan dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, M Fadli Pathurrahman mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun skema tarif yang akan diterapkan setelah masa subsidi berakhir. Kajian tersebut mencakup berbagai opsi, termasuk kemungkinan pemberian layanan gratis bagi kelompok tertentu.
“Per 1 Juli 2027 sudah tidak gratis lagi dan mulai berbayar. Ini yang masih kami kaji untuk disampaikan kepada wali kota,” ujar Fadli, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, Dishub mengusulkan sejumlah kategori masyarakat yang berpotensi tetap mendapatkan layanan gratis, seperti siswa berprestasi, pelajar dari keluarga kurang mampu, serta penyandang disabilitas. Menurutnya, kebijakan tersebut nantinya akan menjadi kewenangan kepala daerah.
“Kami hanya menyusun pola dan opsi kebijakan. Nanti keputusan tetap berada di wali kota,” tambahnya.
Sejak diluncurkan, Bacitra mendapat respons positif dari masyarakat. Saat ini, sebanyak 21 unit bus beroperasi setiap hari dengan tingkat keterisian penumpang yang bahkan mencapai lebih dari 100 persen. Total pengguna harian tercatat mencapai 6.332 orang.
Program ini merupakan bagian dari skema buy the service (BTS) yang diinisiasi Kementerian Perhubungan untuk pengembangan angkutan perkotaan berbasis jalan. Balikpapan menjadi kota pertama di Kalimantan Timur dan kota ke-11 di Indonesia yang menerima program tersebut, dengan nota kesepahaman yang telah berjalan sejak 1 Juli 2024.
Armada Bacitra sendiri terus bertambah, dari awalnya 17 unit menjadi 24 unit saat ini. Layanan ini melayani tiga koridor utama, yakni Koridor A rute Pelabuhan Semayang – Bandara SAMS Sepinggan, Koridor B Terminal Batu Ampar melalui Jalan MT Haryono, serta Koridor C Terminal Batu Ampar melalui Jalan Ahmad Yani.
Selain meningkatkan layanan transportasi, Bacitra juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam mendorong penggunaan transportasi publik dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Ini bagian dari upaya kami mengalihkan fokus masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal,” kata Fadli.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Balikpapan, Agus Budi Prasetyo menyebutkan, operasional Bacitra masih sepenuhnya didukung oleh pemerintah pusat hingga 2026. Namun, mulai 2027, Pemkot Balikpapan akan mengambil alih pengelolaan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp22 miliar per tahun.
Sebagai bentuk kesiapan, pemerintah juga terus membangun infrastruktur pendukung. Hingga kini, sebanyak 33 halte telah terealisasi dari target total 125 halte yang dibangun secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah daerah dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Balikpapan berharap layanan Bacitra tetap berkelanjutan sekaligus semakin meningkatkan kualitas transportasi publik di kota tersebut. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
