Balikpapan Genjot Kontribusi Pariwisata terhadap PAD Lewat Event dan Pengembangan Destinasi
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui penguatan penyelenggaraan event serta pengembangan destinasi wisata baru.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga tren positif sektor pariwisata yang pada tahun sebelumnya menyumbang sekitar 34 persen terhadap PAD kota.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan, pihaknya optimistis kontribusi tersebut dapat meningkat pada tahun ini.
“Kami berharap kontribusi pariwisata bisa sama atau bahkan lebih dari 35 persen. Tahun lalu sekitar 34 persen dari PAD,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Menurut dia, salah satu strategi utama yang dilakukan adalah mendorong penyelenggaraan berbagai event berskala nasional hingga internasional. Event dinilai memiliki dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, dan jasa lainnya.
Salah satu agenda besar yang tengah disiapkan adalah pelaksanaan Indonesia International Motor Show (IIMS) yang direncanakan berlangsung di Balikpapan pada Oktober mendatang.
“Event itu penting, karena berdampak langsung ke hotel, restoran, dan sektor lainnya. Kami sudah komunikasi dengan penyelenggara, dan salah satu event besar akan digelar di sini,” kata Ratih.
Selain mengandalkan event, Pemkot Balikpapan juga fokus pada pengembangan destinasi wisata. Saat ini, pemerintah tengah memetakan berbagai potensi wisata, mulai dari wisata heritage, wisata alam, hingga rencana pembangunan miniatur kilang sebagai sarana edukasi bagi pengunjung.
Ratih menambahkan, pengelolaan destinasi yang sudah ada juga menjadi perhatian, termasuk peningkatan aksesibilitas dan jam operasional.
Salah satu contohnya adalah Pasar Tumpah Pringgodani yang direncanakan akan beroperasi setiap hari guna memenuhi kebutuhan wisatawan.
“Ada wisata yang sudah dikenal luas, bahkan masuk penghargaan nasional, tapi tidak bisa dikunjungi setiap hari. Ini yang kami dorong agar bisa lebih fleksibel,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemkot juga memperkuat branding kawasan wisata seperti Melawai serta mengembangkan kawasan pantai sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas wisata masyarakat dan wisatawan.
Dengan strategi terpadu yang menggabungkan event, pengembangan destinasi, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkot Balikpapan optimistis sektor pariwisata dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Kami terus mendorong sinergi semua pihak agar pariwisata semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi PAD,” tutur Ratih. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
