Balikpapan Genjot Produksi Pangan Lokal Lewat Program Food Estate

Pemkot Balikpapan
Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., saat bersama beberapa kepala daerah dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, membahas langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pengembangan kawasan food estate, Rabu (1/4/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pengembangan kawasan food estate. Kegiatan inj bertujuan untuk mengurangi ketergantungan kota terhadap pasokan pangan dari luar daerah yang selama ini kerap menimbulkan fluktuasi harga.

Program ini dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wali Kota Balikpapan, Dr U Rahmad Mas’ud, SE., ME., menegaskan, inisiatif ini lebih dari sekadar proyek pertanian konvensional.

“Selama ini sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan masih dipenuhi dari luar daerah. Dengan hadirnya food estate, kami ingin memperkuat produksi lokal agar masyarakat bisa menikmati harga yang lebih stabil dan pasokan pangan yang lebih terjamin,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk membangun sistem pangan yang terpadu. Tidak hanya menekankan pada pengelolaan lahan pertanian, pemkot juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti irigasi modern, sistem distribusi yang efisien, serta pemanfaatan teknologi pertanian agar hasil panen berkualitas dan berkelanjutan.

Selain menekan ketergantungan terhadap pasokan luar, food estate diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Pembangunan ini juga dinilai mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama saat kondisi cuaca ekstrem atau gangguan distribusi yang sebelumnya sering terjadi.

Menurut Rahmad, keberhasilan program ini menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan jumlah penduduk.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan produksi, tetapi juga terkait ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Food estate ini diharapkan bisa menjadi fondasi kemandirian pangan Balikpapan,” kata dia.

Pemerintah kota kini bekerja sama dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, untuk memastikan program berjalan optimal.

Jika berhasil, Balikpapan tidak hanya menjadi kota konsumsi, tetapi juga berperan sebagai produsen pangan utama di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah ke depan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

 

Tinggalkan Komentar