Bluebird Bukukan Pendapatan Rp5,7 Triliun pada 2025, Tertinggi Sejak Disrupsi Digital

Blue Bird
PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp5,7 triliun. Angka ini tumbuh 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dan menjadi capaian tertinggi perseroan sejak menghadapi disrupsi teknologi di industri transportasi. Selasa (30/3/2026).

Jakarta, Gerbangkaltim.com — PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp5,7 triliun. Angka ini tumbuh 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dan menjadi capaian tertinggi perseroan sejak menghadapi disrupsi teknologi di industri transportasi.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja solid di seluruh lini bisnis, baik dari segmen taksi maupun non-taksi yang secara kolektif mendorong peningkatan pendapatan perusahaan.
Dari sisi profitabilitas, Bluebird mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun serta laba bersih mencapai Rp643,4 miliar, yang keduanya juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bluebird, Andre Djokosoetono, mengatakan capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja di tengah berbagai investasi strategis.

“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital,” ujar Andre dalam keterangan resmi, Selasa (30/3/2026).

Ia menambahkan, saat ini Bluebird terus mempercepat transformasi untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan berbasis Mobility-as-a-Service dengan solusi mobilitas multimoda.
Sepanjang 2025, Bluebird menambah sekitar 1.800 armada baru sehingga total armada mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik. Selain itu, perusahaan juga memperluas jaringan operasional dengan meningkatkan jumlah pool menjadi 58 lokasi serta lebih dari 1.300 titik pangkalan di berbagai kota.

Di sisi digital, aplikasi MyBluebird mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari 30 persen. Kontribusi pemesanan melalui aplikasi kini mencapai sekitar 40 persen dari total transaksi. Fitur Fixed Price juga mengalami peningkatan penggunaan hingga dua kali lipat, mencerminkan tingginya minat pelanggan terhadap kepastian tarif.

Dalam aspek keberlanjutan, Bluebird terus memperluas penggunaan kendaraan listrik di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Perusahaan juga menjalankan berbagai program sosial, termasuk Kartini Bluebird, Beasiswa Bluebird Peduli, serta program umrah bagi mitra pengemudi dan karyawan, yang telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat.

Memasuki 2026, Bluebird mengusung strategi “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” untuk menjawab dinamika industri dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Fokus utama perusahaan adalah mempercepat ekspansi ke kota-kota strategis serta memperkuat ekosistem layanan berbasis kebutuhan lokal.

“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi,” kata Andre.

“Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimistis dapat terus menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.” tambahnya.

Sebagai informasi, PT Blue Bird Tbk merupakan perusahaan transportasi darat yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 5 November 2014. Perusahaan ini memiliki 19 anak usaha dengan operasional di 22 kota di Indonesia serta jaringan distribusi yang mencakup lebih dari 1.300 titik layanan.

Tinggalkan Komentar