BPH Migas Tinjau RDMP Balikpapan, Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Pertamina
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan peninjauan langsung ke proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan untuk memastikan kesiapan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Jum'at (27/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan peninjauan langsung ke proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan untuk memastikan kesiapan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Kunjungan kerja tersebut berlangsung di fasilitas PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Kamis (26/2). Rombongan BPH Migas mengawali agenda di Gedung New Site Office (NSO) sebelum meninjau sejumlah fasilitas utama di area proyek RDMP Balikpapan.

Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap ketersediaan dan pendistribusian BBM serta pengangkutan gas bumi melalui pipa, khususnya menjelang periode konsumsi energi yang meningkat.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri yang sudah semakin dekat,” ujar Erika dalam keterangannya, Jum’at (27/2/2026).

Menurut dia, pemantauan langsung ke lapangan diperlukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi operasional kilang dan infrastruktur pendukungnya.

“Kami berharap dapat memperoleh informasi yang aktual dan komprehensif sehingga memiliki pemahaman utuh terhadap kondisi di lapangan. Informasi tersebut akan menjadi bahan pelaporan kepada Menteri agar kebijakan yang diambil selaras dengan kondisi riil,” kata dia.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan BPH Migas mengunjungi Unit Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC), salah satu fasilitas kunci dalam proyek RDMP Balikpapan yang berfungsi mengolah residu menjadi produk BBM bernilai tinggi.

Aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan fasilitas, keandalan operasional, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

BPH Migas juga mendalami progres peningkatan kapasitas produksi kilang dari 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat suplai BBM nasional sekaligus meningkatkan kualitas produk sesuai standar yang dibutuhkan pasar.

Selain itu, regulator turut mengapresiasi perkembangan commissioning Terminal BBM Tanjung Batu yang dinilai berjalan sesuai rencana. Terminal tersebut akan mendukung kapasitas penampungan dan kelancaran distribusi produk kilang ke berbagai wilayah.

Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek RDMP Balikpapan sesuai target.

“Kunjungan BPH Migas menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan operasional RDMP Balikpapan berjalan sesuai rencana. Kami bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengawal penyelesaian proyek ini demi memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” ujar Asep.

Asep menambahkan, sinergi antara regulator dan pelaku usaha hilir migas menjadi kunci untuk menjamin ketersediaan energi nasional, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat seperti Ramadan dan Idulfitri.

Dengan pengawasan langsung tersebut, pemerintah berharap distribusi BBM dan pasokan energi selama periode hari besar keagamaan dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Tinggalkan Komentar