Bripda Putra Buktikan Inovasi Tak Kenal Pangkat

Bripda Muhammad Putra Aulia
Bripda Muhammad Putra Aulia, anggota Polri dengan latar belakang ilmu peternakan, mengembangkan inovasi di bidang ketahanan pangan dan lingkungan sebagai bagian dari penerapan Green Policing di Polda Riau. (Dok. Polri)

Gerbangkaltim.com, Jakarta – Pangkat bukan batas untuk terus belajar dan menghasilkan karya. Prinsip tersebut tercermin dari kiprah Bripda Muhammad Putra Aulia, S.Pt., anggota Polri yang memadukan latar belakang akademik, pengalaman profesional, dan tugas kepolisian untuk mengembangkan inovasi di bidang ketahanan pangan serta lingkungan hidup.

Bripda Putra merupakan lulusan Program Studi Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan predikat Cum Laude dan IPK 3,80. Semasa kuliah, ia aktif dalam kegiatan penelitian laboratorium dan menjadi teaching assistant.

Salah satu riset yang pernah dikerjakannya adalah optimalisasi produksi gelatin halal dari kaki ayam melalui metode hidrolisis enzim papain. Penelitian tersebut menjadi bagian dari upayanya mengembangkan teknologi hasil ternak sekaligus mendukung pengembangan industri pangan halal.

Tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Bripda Putra kini melanjutkan studi Magister Peternakan di Universitas Padjadjaran dengan konsentrasi Nutrisi Ternak. Penelitiannya diarahkan pada pengembangan feed additive berbasis asam amino untuk meningkatkan efisiensi Feed Conversion Ratio (FCR) dan produktivitas peternakan.

Kompetensi tersebut juga ditopang pengalaman profesional sebelum dirinya bergabung dengan Polri melalui jalur Bintara Kompetensi Khusus.

Ia pernah dipercaya sebagai Farm Manager Partnership di PT Charoen Pokphand Indonesia dengan tanggung jawab mengelola peternakan ayam broiler berkapasitas hingga 100.000 ekor. Pengalamannya mencakup penerapan biosekuriti, manajemen nutrisi, sanitasi, feed additive, hingga tata kelola produksi peternakan modern.

Bripda Putra juga pernah menjadi Farm Manager Quality Control di PT Malindo Feedmill Indonesia dan Tenaga Ahli Quality Assurance pada industri air minum demineral. Dalam pekerjaan tersebut, ia menerapkan sejumlah standar seperti HACCP, GMP, BPOM, dan SNI.

Ilmu Peternakan Dibawa ke Lingkungan Polri

Setelah menjadi anggota Polri di Polda Riau, pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi. Bripda Putra mengimplementasikannya melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada produktivitas sekaligus kelestarian lingkungan.

Salah satunya adalah Fertiplus Harmoni Hijau, pupuk ramah lingkungan yang disebut telah diproduksi lebih dari 5,2 ton dan didistribusikan ke seluruh Polres dan Polsek jajaran Polda Riau untuk mendukung program ketahanan pangan.

Ia juga mengembangkan Densifur, disinfektan berbasis sulfur yang dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Berbagai inovasi tersebut kemudian mendapat sejumlah penghargaan, antara lain Siswa Terfavorit, Serdik Terinovatif, Satya Mitra Utama, serta apresiasi dari Kepala Pusdik Binmas Polri.

Karya Bripda Putra juga mendapat perhatian melalui sejumlah publikasi media dan kanal resmi kepolisian. Inovasinya bahkan turut didokumentasikan dalam kegiatan bersama Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Bagi Polri, kiprah tersebut menjadi contoh bahwa kompetensi personel dapat menjadi kekuatan institusi apabila dikembangkan dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Green Policing Jadi Ruang Inovasi

Inovasi Bripda Putra juga berkaitan dengan konsep Green Policing yang dikembangkan Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan bersama Universitas Riau melalui pembentukan Pusat Studi Green Policing.

Konsep tersebut menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan hutan, pencemaran, hingga perubahan iklim dinilai dapat menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam penerapannya, Green Policing dibangun melalui tiga pilar, yakni prevention, law enforcement, dan restoration. Pendekatan tersebut diperkuat dengan budaya organisasi melalui Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menilai transformasi Polri membutuhkan personel yang mampu menggabungkan kompetensi akademik dengan pengabdian di lapangan.

“Pangkat bukan alasan ataupun penghalang untuk terus mengembangkan diri. Setiap anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, meneliti, berinovasi, dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat.” ujar Dedi.

Menurutnya, Bripda Muhammad Putra Aulia menunjukkan bagaimana ilmu yang diperoleh melalui pendidikan dapat menjadi kekuatan institusi sekaligus menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Wakapolri mengatakan budaya organisasi yang menghargai ilmu pengetahuan perlu terus diperkuat. Setiap personel, terlepas dari pangkatnya, perlu memperoleh ruang ketika memiliki gagasan, riset, maupun inovasi yang dapat memberikan manfaat.

Upaya tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi. Melalui jejaring Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, hingga kini telah terbentuk 79 Pusat Studi Kepolisian, dengan 40 di antaranya telah beroperasi, lima dalam tahap penandatanganan PKS, dan 34 lainnya masih dalam proses pembentukan.

Jejaring tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara personel Polri, akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan Police Science berbasis riset, inovasi, dan evidence-based policing.

Kisah Bripda Putra pada akhirnya menunjukkan bahwa inovasi di tubuh Polri tidak selalu lahir dari jabatan tinggi atau fasilitas besar. Dari kompetensi yang dimiliki seorang anggota, ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi pupuk ramah lingkungan, dukungan ketahanan pangan, dan gagasan pemolisian yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Wakapolri bahwa Polri perlu menjadi ruang tumbuh bagi personel yang terus belajar sekaligus mitra strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Tinggalkan Komentar