Capaskibraka Berau Dapat Bekal Kepemimpinan dari Polisi
BERAU, Gerbangkaltim.com – Capaskibraka Berau mendapat pembekalan kepemimpinan dan pembentukan karakter dari Wakapolres Berau Kompol Noor Dhianto sebagai bagian dari persiapan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 35 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kabupaten Berau mengikuti pembekalan tersebut dalam rangkaian Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka 2026 di Stadion Mini Teluk Bayur.
Materi kepemimpinan diberikan tidak hanya untuk menunjang kesiapan peserta menjalankan tugas pengibaran bendera. Lebih dari itu, pembekalan diarahkan untuk membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa tanggung jawab, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan sikap yang dapat menjadi teladan di lingkungannya.
Di hadapan para peserta, Kompol Noor Dhianto menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan. Seorang pemimpin dinilai dari kemampuan memberikan pengaruh positif, membangun semangat bersama, dan mengarahkan kelompok untuk mencapai tujuan.
Menurutnya, kemampuan memimpin bahkan dimulai dari diri sendiri. Disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi menjadi bagian penting sebelum seseorang dipercaya untuk mengarahkan orang lain.
“Seorang pemimpin sejati bukan hanya mampu memimpin dirinya sendiri, tetapi juga dapat membangun semangat, kebersamaan, dan membawa orang lain menuju keberhasilan,” ujar Noor Dhianto.
Dalam pembekalan tersebut, para Capaskibraka juga dikenalkan dengan sejumlah konsep kepemimpinan. Materi mencakup trait theory, behavior theory, hingga kepemimpinan situasional.
Pemahaman tersebut diharapkan membantu peserta mengenali bahwa setiap kondisi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Seorang pemimpin perlu mampu membaca situasi, berkomunikasi dengan baik, serta menentukan langkah yang sesuai dengan kebutuhan kelompok.
LEAD Jadi Bekal Karakter Pemimpin
Salah satu materi yang ditekankan adalah filosofi kepemimpinan LEAD, yang terdiri dari Loyalty, Educate, Advice, dan Discipline.
Nilai Loyalty menekankan pentingnya loyalitas, Educate berkaitan dengan kemampuan membimbing dan mengembangkan orang lain, Advice mendorong seorang pemimpin memberikan arahan serta solusi, sedangkan Discipline menjadi fondasi dalam membangun sikap bertanggung jawab.
Noor Dhianto juga mengajak para peserta membedakan pemimpin dengan sekadar atasan. Seorang leader, menurutnya, tidak hanya mengandalkan kewenangan untuk memberikan perintah.
Pemimpin justru harus mampu melihat potensi orang lain, menghargai kontribusi setiap anggota, membangun kepercayaan, serta memiliki visi yang dapat membawa kelompok bergerak menuju tujuan bersama.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika peserta diperkenalkan dengan tantangan kepemimpinan di tengah karakter Generasi Z dan Generasi Alpha. Perubahan cara berkomunikasi dan berkembangnya teknologi membuat seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan interpersonal yang semakin baik.
Kemampuan mendengar secara aktif, menyampaikan masukan secara konstruktif, membangun kepercayaan, dan memberikan ruang bagi anggota untuk berkembang menjadi bagian penting dari kepemimpinan masa kini.
“Jadilah pribadi yang mampu menginspirasi, karena pemimpin yang baik akan melahirkan orang-orang hebat di sekitarnya,” pesan Noor Dhianto.
Bukan Sekadar Siap Baris-Berbaris
Pembekalan tersebut memperluas makna pelatihan Capaskibraka. Persiapan tidak hanya diarahkan pada kemampuan fisik dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga pada kesiapan mental serta karakter peserta.
Sebagai calon pengibar bendera pada momentum kemerdekaan, mereka akan berada dalam sorotan masyarakat. Karena itu, sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keteladanan menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Noor Dhianto menekankan bahwa keteladanan tidak cukup dibangun melalui kata-kata. Sikap dan tindakan sehari-hari justru menjadi ukuran penting bagi seseorang ketika ingin mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
Pembekalan ini diharapkan menjadi bekal bagi 35 Capaskibraka Berau untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus membawa nilai-nilai kepemimpinan tersebut ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pada akhirnya, tugas sebagai pengibar bendera hanya berlangsung dalam satu momentum. Namun, karakter dan nilai kepemimpinan yang dibangun selama proses pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal jangka panjang bagi generasi muda Berau.
Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur.
BACA JUGA
