Cokorda Ratih Kusuma: Wedding Expo Jadi Etalase Ekonomi Kreatif Balikpapan

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengapresiasi penyelenggaraan BSB Wedding Expo 2026 yang kembali digelar di Pentacity Shopping Venue pada 4–8 November 2026.

Pameran pernikahan tahunan tersebut dinilai tidak hanya membantu calon pengantin mempersiapkan hari bahagia, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi pelaku industri kreatif di Kota Balikpapan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, Wedding Expo memiliki peran penting dalam mempertemukan calon pengantin dengan berbagai penyedia jasa dan produk kebutuhan pernikahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan referensi sekaligus menentukan pilihan dalam mewujudkan konsep pernikahan yang diimpikan.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada manajemen Pentacity Shopping Venue atas terselenggaranya kegiatan BSB Wedding Expo ini,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Ratih menilai, penyelenggaraan Wedding Expo juga memperlihatkan bagaimana industri pernikahan berkaitan erat dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Mulai dari pembawa acara atau master of ceremony (MC), seni pertunjukan, seni musik, kriya, tata rias, busana pengantin, hingga dekorasi. Seluruh unsur tersebut saling terhubung dan memberikan peluang usaha bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Dia mencontohkan, penampilan MC, pertunjukan tari, pengisi acara musik, hingga penggunaan busana dan dekorasi pernikahan merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang dapat berkembang melalui kegiatan semacam ini.

“Kalau kita lihat dari awal, mulai MC, tarian, pengisi lagu, busana yang didesain, hingga dekorasi, semuanya merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif. Ini menunjukkan bagaimana satu kegiatan dapat menggerakkan banyak subsektor sekaligus,” jelasnya.

Karena itu, Ratih berharap BSB Wedding Expo tidak hanya menjadi ajang transaksi antara vendor dan calon pengantin, tetapi juga mampu memperluas promosi potensi industri kreatif Balikpapan.

Terlebih, pameran yang berlangsung selama lima hari tersebut berpotensi menarik pengunjung dari luar daerah. Kondisi ini dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk dan jasa pelaku usaha lokal kepada pasar yang lebih luas.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku industri pernikahan, bersama-sama mempromosikan kegiatan tersebut agar semakin dikenal.

Selain itu, Ratih juga memberikan perhatian terhadap konsep penyelenggaraan pameran yang dinilainya memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah rencana menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan pertunjukan musik dan hiburan bagi pengunjung.

Menurutnya, inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan dapat menjadi nilai tambah sekaligus membangun identitas atau branding sebuah pameran.

“Ini sangat menarik karena tempatnya sudah tersedia dan pengunjung juga bisa menikmati berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan musik. Harapannya, ini bisa menjadi branding tersendiri,” katanya.

Pemkot Balikpapan berharap penyelenggaraan BSB Wedding Expo dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif.

Dengan keterlibatan berbagai subsektor, pameran ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi, memperluas pasar pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai salah satu kota dengan potensi industri kreatif yang terus berkembang.

Tinggalkan Komentar