Kemarau Panjang, Disparpora Balikpapan Minta Pengelola Wisata Siapkan Cadangan Air
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kemarau berkepanjangan yang melanda Kota Balikpapan mulai menjadi perhatian sektor pariwisata. Di tengah keterbatasan pasokan air bersih, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan meminta pengelola destinasi wisata mengantisipasi kebutuhan air agar pelayanan kepada pengunjung tetap berjalan.
Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya telah mengingatkan para pengelola destinasi wisata untuk menjaga ketersediaan air bersih.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat air merupakan salah satu kebutuhan utama dalam menunjang operasional dan kenyamanan pengunjung.
“Kami memang mengantisipasi dengan adanya keterbatasan suplai air kepada pengelola destinasi wisata. Kami mengimbau agar mereka tetap menjaga ketersediaan air. Kalau misalnya kosong, harus disiapkan antisipasinya,” ujar Ratih.
Meski demikian, Disparpora sejauh ini belum menerima informasi mengenai penurunan jumlah kunjungan wisatawan akibat kondisi kemarau. Aktivitas dan pergerakan pengunjung di sejumlah destinasi wisata disebut masih berlangsung seperti biasanya.
Ratih menegaskan, pemerintah tetap berupaya menjaga geliat pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event. Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata.
“Kunjungan sementara ini belum ada informasi khusus. Pergerakannya masih seperti biasa. Kami juga memiliki berbagai event yang bisa diarahkan untuk mendorong masyarakat datang ke destinasi wisata,” katanya.
Kondisi yang dihadapi sektor pariwisata ini tidak terlepas dari persoalan ketersediaan air baku di Balikpapan. Berdasarkan perkembangan terbaru, pasokan air bersih dari dua sumber utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip, masih mengalami tekanan akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, sebelumnya mengungkapkan produksi air dari Waduk Manggar mengalami penurunan dari kondisi sekitar 900 liter per detik menjadi 800 liter per detik. Sementara produksi dari Bendungan Teritip yang normalnya mencapai 220 liter per detik kini hanya sekitar 60 liter per detik.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap pelayanan air bersih. Sekitar 14.000 dari total 19.000 pelanggan yang berada dalam wilayah pelayanan Teritip berpotensi mengalami gangguan distribusi.
Kawasan Manggar hingga Batakan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian.
Di sisi lain, hujan yang mulai mengguyur Balikpapan dalam beberapa hari terakhir belum cukup untuk memulihkan cadangan air baku di kedua waduk tersebut. Pasalnya, waduk mengandalkan tampungan air hujan sehingga membutuhkan curah hujan yang memadai untuk meningkatkan volume air secara signifikan.
Situasi ini menjadi tantangan bagi berbagai sektor yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan, termasuk pengelolaan destinasi wisata.
Karena itu, kesiapan pengelola dalam mengatur penggunaan dan menyediakan cadangan air menjadi penting. Terlebih, fasilitas pendukung seperti toilet, tempat bilas, kebersihan kawasan, serta kebutuhan operasional lainnya memerlukan ketersediaan air yang memadai.
Disparpora berharap keterbatasan pasokan air tidak sampai mengganggu kenyamanan wisatawan maupun aktivitas pariwisata di Kota Balikpapan. Pemerintah juga terus mendorong penyelenggaraan berbagai agenda untuk menjaga daya tarik destinasi wisata, sehingga sektor pariwisata tetap bergerak di tengah tantangan musim kemarau. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
