Dishub Balikpapan Siapkan Perluasan Rute BCT, Angkot Disiapkan Jadi Feeder
Balikpapan, Gerbangkaltim.com. — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menyiapkan kajian untuk memperluas layanan Balikpapan City Trans (BCT) ke sejumlah kawasan yang belum terjangkau transportasi publik.
Usulan perluasan rute tersebut di antaranya menuju kawasan Pantai Manggar hingga Kilometer 23, Balikpapan Utara. Namun, pemerintah kota memastikan pengembangan BCT tidak akan serta-merta menghilangkan peran angkutan kota (angkot).
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, aspirasi masyarakat terkait perluasan rute BCT telah diterima dan akan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan transportasi publik.
“Kita berupaya membagi segmen transportasi itu sehingga tidak ada satu segmen transportasi seperti angkutan kota yang dimatikan,” kata Fadli, Selasa (27/10/2026).
Menurut Fadli, perluasan jaringan BCT harus dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang. Setiap moda transportasi nantinya diharapkan memiliki fungsi dan wilayah pelayanan masing-masing.
Dishub saat ini juga menyusun roadmap Balikpapan Connectivity sebagai acuan pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Penyusunan peta jalan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Roadmap itu nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah kota dalam menentukan pola layanan transportasi, termasuk pembagian peran antara BCT dan angkot.
Fadli mengatakan, kajian mengenai perluasan rute BCT juga berkaitan dengan rencana serah terima pengelolaan bus dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang dijadwalkan pada Juli 2027.
Setelah proses serah terima tersebut, Pemkot Balikpapan akan melakukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kondisi wilayah, serta layanan transportasi yang telah berjalan.
“Kita akan membutuhkan waktu jangka waktu satu sampai dua tahun ke depan,” ujarnya.
Angkot Berpotensi Jadi Feeder
Fadli menegaskan, keberadaan angkot tetap menjadi bagian dari sistem transportasi publik Balikpapan. Salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah menjadikan angkot sebagai angkutan pengumpan atau feeder.
Dalam skema tersebut, angkot dapat mengangkut penumpang dari kawasan permukiman atau wilayah yang tidak dilalui BCT menuju titik layanan transportasi utama.
Dengan demikian, kehadiran BCT tidak harus berhadapan langsung dengan angkot dalam memperebutkan penumpang, tetapi justru dapat membentuk sistem transportasi yang saling terhubung.
“Jadi bukan berarti ketika BCT masuk ke suatu wilayah, angkot kemudian tidak punya ruang. Kita akan mengatur segmennya sehingga setiap moda tetap memiliki fungsi,” kata Fadli.
Di sisi lain, Dishub juga mencermati kondisi sejumlah angkot yang dinilai sudah mengalami penurunan kelayakan operasional. Kondisi armada tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan transportasi publik ke depan.
Menurut Fadli, pengembangan transportasi tidak semata-mata mengejar perluasan rute. Pemerintah juga harus memastikan moda transportasi yang digunakan masyarakat memenuhi aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas.
“Ini merupakan upaya pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan untuk memastikan layanan transportasi aman dan lancar bagi masyarakat Kota Balikpapan, siapa pun yang menggunakan transportasi tersebut,” pungkasnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
