Estafet Pengamanan Lapas Banjarmasin Berganti, Deri Prihandoko Dapat Amanah Baru di Bantul

Lapas Banjarmasin
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin Akhamd Herriansyah saat memberikan sambutan pada kegiatan pisah sambut dan pengantar purna bhakti di Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali bergulir. Deri Prihandoko yang sebelumnya menjabat Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Banjarmasin mendapat amanah baru sebagai Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Bantul.

Posisi Ka. KPLP Lapas Banjarmasin selanjutnya dipercayakan kepada Rahman Adi Ramadhani. Pergantian tugas tersebut berlangsung dalam kegiatan pisah sambut dan pengantar purna bhakti di Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan Isnawan, jajaran struktural, serta seluruh petugas Lapas Banjarmasin.

Rahman mengatakan, dirinya siap melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun selama Deri Prihandoko menjalankan tugas sebagai Ka. KPLP.

“Saya akan berusaha menjaga yang sudah dibuat baik oleh Ka. KPLP terdahulu dan akan memperbaiki yang dirasa masih belum optimal dilaksanakan ke depannya,” ujar Rahman.

Pergantian jabatan tersebut tidak sekadar menjadi peralihan tanggung jawab. Momentum itu juga menjadi kesempatan untuk mempertahankan program yang telah berjalan sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Deri Prihandoko mengatakan, masa pengabdiannya selama satu tahun dua bulan di Lapas Banjarmasin meninggalkan banyak kesan. Ia menyebut suasana kerja, persahabatan, dan persaudaraan yang terbangun selama bertugas menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

“1 tahun 2 bulan memang waktu yang cukup lama, tetapi terasa singkat dengan kenyamanan yang diberikan selama bertugas di Lapas Banjarmasin. Persahabatan dan persaudaraan yang terjalin membuat semuanya susah untuk dilupakan,” kata Deri.

Sementara itu, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, perpindahan tugas maupun berakhirnya masa kedinasan bukan berarti memutus hubungan yang telah terjalin selama menjalankan pengabdian.

Menurut dia, setiap petugas memiliki perjalanan dan tanggung jawab masing-masing. Meski nantinya berada di tempat berbeda, komunikasi dan silaturahmi tetap harus dijaga.

“Perpisahan bukanlah akhir segalanya, melainkan bagaimana caranya agar kita terus bisa menyambung silaturahmi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Akhmad Herriansyah.

Dalam kesempatan yang sama, Lapas Banjarmasin juga melepas Agus Sugiyatno yang memasuki masa purna bhakti. Agus sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Sarana Kerja dan telah mengabdikan diri selama lebih dari 20 tahun di Lapas Banjarmasin.

Agus mengatakan, perjalanan panjang selama bertugas memberinya banyak pengalaman. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan kerja dan pimpinan yang selama ini memberikan dukungan serta bimbingan.

“20 tahun lebih saya bertugas di Lapas Banjarmasin bukan hal yang sebentar. Banyak hal yang sudah saya lalui di sini dan banyak pengalaman yang saya dapatkan,” kata Agus.

Ia menambahkan, perjalanan pengabdiannya tidak terlepas dari dukungan rekan-rekan serta arahan pimpinan selama menjalankan tugas.

Pergantian Ka. KPLP dan pengantar purna bhakti tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Bagi jajaran Lapas Banjarmasin, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang terus bergerak, sekaligus pengingat bahwa pengabdian dapat berganti tempat dan bentuk, tetapi semangat menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun silaturahmi tetap berlanjut.

Tinggalkan Komentar