Maulid Nabi di Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Diajak Tinggalkan Masa Lalu dan Menatap Masa Depan
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi momentum bagi ratusan warga binaan untuk merefleksikan masa lalu sekaligus menyiapkan diri menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Peringatan yang digelar di Masjid Baabut Taqwa Lapas Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026), berlangsung khidmat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Simtudduror oleh warga binaan yang tergabung dalam Santri Lapas Banjarmasin.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Ali Imran ayat 144–145 oleh salah seorang warga binaan.
Lantunan selawat, syair pujian kepada Rasulullah SAW, dan ayat suci Al-Qur’an membuat suasana masjid semakin religius. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan keagamaan bagi warga binaan selama menjalani masa pemasyarakatan.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Mari bersama menuju hidup yang penuh cinta, kedamaian, dan kebijaksanaan seperti Rasulullah.”
Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal (Watman Patnal) Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan Isnawan, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah, jajaran Lapas Banjarmasin, serta ratusan warga binaan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Ilham Humaidi mengajak warga binaan menjadikan masa berada di dalam Lapas sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Ia mengatakan, kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa cahaya perubahan bagi kehidupan manusia.
“Kita berkumpul saat ini adalah memperingati kelahiran Nabi kita Muhammad SAW yang membawa cahaya. Setiap manusia apabila mendapatkan cahaya itu akan mendapatkan perubahan yang lebih baik,” kata Ilham.
Ilham kemudian mengisahkan perjalanan Sayyidina Umar bin Khattab yang sebelumnya dikenal sangat membenci Islam dan Rasulullah SAW. Setelah mendapatkan hidayah, Umar berubah menjadi salah satu sahabat yang gigih membela Islam dan Rasulullah SAW.
Menurut Ilham, kisah tersebut menunjukkan bahwa masa lalu seseorang tidak menentukan seluruh perjalanan hidupnya.
“Kita yang berada di dalam sini jangan meratapi masa lalu, tapi kita harus berjuang untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia juga meminta warga binaan memanfaatkan waktu selama berada di Lapas untuk belajar dan memperdalam Al-Qur’an.
“Gunakan kesempatan kita di dalam sini untuk menghidupkan Al-Qur’an. Dengan Al-Qur’an bisa memberikan ketenangan dalam jiwa kita. Mumpung kita di sini, belajarlah Al-Qur’an, perdalamilah,” katanya.
Kalapas: Jadikan Maulid Momentum Meneladani Rasulullah
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum bagi warga binaan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Menurut dia, nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan sekaligus mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Peringatan Maulid ini bisa menjadi jalan kita untuk meneladani akhlak Rasulullah. Terima kasih kepada seluruh jajaran dan seluruh Warga Binaan yang telah mengikuti kegiatan ini,” kata Akhmad Herriansyah.
Ia juga mengajak seluruh warga binaan dan petugas bersama-sama menjaga situasi Lapas tetap aman dan kondusif.
“Mari kita bersama-sama menjaga Lapas kita tetap kondusif,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat respons dari HY, salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan. Ia mengaku tausiyah yang disampaikan menjadi pengingat agar tidak terus terjebak dalam kesalahan masa lalu.
“Ceramah tadi mengingatkan saya untuk tidak terus memikirkan masa lalu. Selama masih ada kesempatan di sini, saya ingin belajar dan memperbaiki diri. Mudah-mudahan ke depannya saya bisa jadi lebih baik lagi,” kata HY.
Melalui kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi, Lapas Kelas IIA Banjarmasin berupaya memperkuat pembinaan spiritual warga binaan. Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membangun karakter positif dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
BACA JUGA
