Gerakan Hijau di IKN: 700 Bibit Pohon Ditanam, Menanam Jadi Budaya Baru Warga Nusantara

IKN Nusantara
Ratusan peserta mengikuti aksi penanaman 700 bibit pohon di Plaza Legislatif IKN sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan gaya hidup ramah lingkungan di Nusantara.

Gerbangkaltim.com, Nusantara — Komitmen membangun kota berkelanjutan terus diwujudkan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satunya melalui aksi penanaman pohon yang kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dan pemangku kepentingan di kawasan tersebut. Terbaru, sebanyak 700 bibit pohon ditanam secara bersama-sama di Plaza Legislatif IKN.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari insan Otorita Ibu Kota Nusantara, perwakilan Kementerian Keuangan, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan berbagai kalangan, baik yang baru pertama kali terlibat maupun yang telah berulang kali mengikuti kegiatan serupa.

Beragam jenis tanaman dipilih untuk memperkaya ekosistem hijau di kawasan ibu kota baru ini. Mulai dari pohon endemik seperti balangeran, kapur, tanjung, dan meranti, hingga tanaman produktif seperti jeruk, jambu, mangga, kemiri, dan matoa. Selain itu, tanaman estetika seperti tabebuya, pucuk merah, dan angsana juga ditanam untuk memperindah lanskap kota.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebiasaan yang terus ditanamkan di lingkungan IKN. Ia menyebut, kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap satu hingga dua minggu sebagai bagian dari upaya membangun kota hijau yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Kami ingin meninggalkan jejak hijau sebagai fondasi pembangunan Nusantara ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh yang turut hadir, Permana Agung Drajattun, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman menanam pohon di IKN memberikan perspektif baru tentang pentingnya membangun kota dari awal dengan memperhatikan aspek lingkungan.

Menurutnya, kesempatan untuk ikut serta dalam proses pembangunan ibu kota negara dari tahap awal merupakan momentum langka yang harus dimanfaatkan dengan baik, termasuk dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Aksi penghijauan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan ruang terbuka hijau, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan bersama terhadap kota yang sedang dibangun. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol kolaborasi dan kepedulian terhadap masa depan lingkungan.

Dengan pendekatan partisipatif seperti ini, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga model kota modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Tinggalkan Komentar