Hardiknas Momentum Baik Untuk Menata Pendidikan Menuju Paser MAS

 

TANA PASER-Gerbangkaltim.com- Pemerintah Kabupaten Paser menggelar apel peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Bupati Paser, Jumat (13/5), yang diikuti perwakilan guru dan siswa sekolah di Kecamatan Tanah Grogot.

Peringatan Hardiknas yang dipimpin Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan daerah tersebut mengusung tema “ Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”.

Pemikiran besar Ki Hajar Dewantara bersifat fleksibel yang artinya tak lekang oleh waktu penggunaannya, dan sampai kapanpun akan tetap relevan diterapkan dalam pendidikan kita. Karena pendidikan memang harus melibatkan semua aspek kemanusiaan agar berjalan seimbang.

Kita sudah diwarisi sebuah pemikiran hebat tentang landasan pendidikan Indonesia yang tidak ternilai harganya dengan uang. Maka dimomentum ini, sudah sepantasnya kita harus merenung dan memastikan apakah landasan yang kita pakai sudah bergeser tanpa kita sadari?  Atau kita yang salah dalam membuat landasan baru dalam dunia pendidikan kita ?

Kasrani, Ketua 1 Komisi Nasional Pendidikan Prov. Kaltim dalam tanggapannya tentang Hari Pendidikan menyatakan “ Pemerintah Kabupaten Paser sudah sangat luar biasa dalam menata pendidikan di Kabupaten Paser dengan berbagai upaya telah dilakukan, namun masih perlu ditingkatkan, pendidikan bukan tangung jawab pemerintah saja. “Mulai hari ini, kita harus mengubah perspektif pendidikan bukan sekadar urusan kedinasan,” tetapi menjadi tanggung jawab kita semua”

“Persaingan siswa kini sudah tidak lagi antar sekolah, antar kota, atau antar provinsi. Melainkan sudah antar negara, khususnya negara-negara ASEAN. Bahkan, kita sudah memasuki era perdagangan bebas tingkat dunia. Untuk itu kita harus siap,” tegas Kasrani

Kasrani menambahkan “ Hardiknas merupakan momen yang bagus untuk menata kembali sistem pendidikan. kita harus mengembalikan pendidikan kepada hal dasar, yakni pembentukan karakter dan akhlak mulia yang dilandasi dengan nilai-nilai Pancasila, pendidikan ditata secara secara sistematik bukan parsial. Artinya, tanggung jawab sektor pendidikan bukan hanya ditangai oleh dinas saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat harus terlibat di dalamnya.

Riset menunjukkan sebanyak 57 persen pendidikan dipengaruhi faktor keluarga dan masyarakat. “Untuk itu, perlu ada yang memberi perhatian ketika anak-anak berada di luar sekolah. Peran ini khususnya bisa dijalankan oleh keluarga maupun masyarakat untuk ikut aktif mengawasi dan mengarahkan generasi muda,”

Ada berbagai macam cara yang dapat di lakukan  untuk melakukan tindakan aktif sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, agar masyarakat tumbuh menjadi masyarakat yang berbudaya, berkembang sesuai dengan perkembangan  IPTEK, dan siap menyongsong globalisasi, antara lain : ”Pertama, para guru harus terlibat dan perlu memiliki skill atvrdmin dan marketing. Oleh karena itu sekolah perlu memfasilitasi tenaga kependidikannya dengan perkembangan teknologi,” papar Kasrani
Lalu aspek yang kedua, orang tua di era saat ini, apalagi pasca pandemi, harus dirangkul. Para orang tua harus kritis terhadap kondisi sekolah, tapi di sisi lain harus mendukung kebijakan sekolah. Aspek selanjutnya yang harus dipertahankan oleh sekolah adalah hubungan sekolah dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait. Selain itu, sekolah harus bisa memberikan informasi yang akurat terkait apapun yang terjadi di lapangan kepada pihak pemerintah agar dapat segera dicarikan solusinya,”
Aspek yang ketiga adalah perpustakaan dan aplikasi belajar yang harus tetap dijaga dan dipelihara. Apalagi di tengah pandemi ini sekolah harus memiliki aplikasi belajar yang bisa diberikan untuk anak.
Aspek yang ke empat adalah guru harus belajar dan berbagi dan selalu melakukan budaya inovasi seperti melakukan pembelajaran melalui project based learning dan lainnya.

Dengan meningkatnya mutu pendidikan kita akan mampu memerangi persaingan global, Kunci sukses memenangi persaingan global, terletak pada tiga hal. Yakni, cerdas secara intelektual, memiliki karakter dan akhlaq mulia, kuat secara emosional dan sehat secara fisik. Jika ketiga unsur tersebut diterapkan dengan benar, optimis, anak-anak Kabupaten Paser mampu ‘berbicara banyak’ di level global. Dan tentu ini semua akan mendukung Visi dan Misi Bapak Bupati dan Wakil Bupati Paser terwujudnya Kabupaten Paser MAS (Maju, Adil da Sejahtera), Ujar Kasrani mengakhiri penjelasannya. (Crm1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: