Panen 30 Kilogram Lele, Program Perikanan Lapas Banjarmasin Perkuat Keterampilan Warga Binaan

Lapas Banjarmasin
Warga binaan berhasil memanen 30 kilogram ikan lele dari kolam budidaya yang berada di area depan Gedung Bimbingan Kerja (Bimker), Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Selasa (2/6/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Program pembinaan kemandirian bidang perikanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali membuahkan hasil.

Warga binaan berhasil memanen 30 kilogram ikan lele dari kolam budidaya yang berada di area depan Gedung Bimbingan Kerja (Bimker), Selasa (2/6/2026).

Panen tersebut menjadi salah satu capaian program pembinaan yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus menyiapkan bekal kemampuan produktif untuk mendukung kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.

Kegiatan panen didampingi oleh Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Banjarmasin, Obi Noverianda, bersama petugas kegiatan kerja. Selama masa pemeliharaan, warga binaan terlibat langsung dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pemberian pakan, perawatan kolam, pemantauan pertumbuhan ikan, hingga proses panen.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, bahwa program perikanan merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk memberikan keterampilan praktis dan bernilai ekonomi bagi warga binaan.

“Pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan. Melalui program budidaya perikanan ini, warga binaan tidak hanya belajar teknik beternak ikan, tetapi juga dibiasakan untuk bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan produktif,” ujar Akhmad Herriansyah.

Menurut dia, hasil panen lele tersebut menunjukkan bahwa warga binaan mampu mengikuti proses pembinaan dengan baik dan menghasilkan produk yang memiliki manfaat nyata.

“Panen 30 kilogram lele ini merupakan bukti bahwa pembinaan yang diberikan dapat berjalan efektif. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh selama mengikuti program ini dapat menjadi modal usaha maupun sumber penghidupan ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Obi Noverianda menjelaskan, keberhasilan panen tidak terlepas dari konsistensi warga binaan dalam menjalankan proses budidaya sehari-hari sesuai arahan petugas.

“Warga binaan dilibatkan secara langsung dalam seluruh tahapan budidaya. Mereka belajar mengenai pemeliharaan ikan, pengelolaan pakan, menjaga kualitas kolam, hingga memahami manajemen usaha perikanan sederhana. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal yang berguna setelah mereka bebas,” ujarnya.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti program tersebut mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama terlibat dalam budidaya ikan lele.

Menurutnya, kegiatan perikanan tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk masa depan.

“Merawat ikan hingga akhirnya bisa dipanen memberikan kepuasan tersendiri. Kami belajar bagaimana mengelola budidaya dengan baik dan memperoleh pengalaman yang mungkin bisa menjadi usaha setelah bebas nanti,” katanya.

Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian, termasuk sektor pertanian dan perikanan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya warga binaan.

Selain mendukung ketahanan pangan, program tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Tinggalkan Komentar