IKN Perkuat Talenta Digital, 20 Sekolah Jalankan Ekstrakurikuler Robotika Berbasis STEAM

IKN robotika sekolah
Pelatihan robotika oleh Otorita IKN untuk guru dari 20 sekolah sebagai langkah strategis membangun talenta digital dan memperkuat pendidikan berbasis teknologi di Nusantara.

Gerbangkaltim.com, Nusantara – Komitmen membangun sumber daya manusia unggul di bidang teknologi terus diperkuat oleh Otorita Ibu Kota Nusantara. Melalui program pengembangan talenta digital, IKN menginisiasi pelatihan bagi para guru sebagai bagian dari implementasi ekstrakurikuler robotika di 20 sekolah di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Program ini diawali dengan kegiatan Training of Trainers (ToT) yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam bidang robotika. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi sejak tingkat sekolah menengah.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa pengembangan robotika merupakan investasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

Menurutnya, pembelajaran robotika tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mendorong terbentuknya pola pikir inovatif, kolaboratif, serta kemampuan problem solving yang kuat. Robotika juga menjadi pintu masuk bagi siswa untuk memahami pendekatan STEAM secara aplikatif dan menarik.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktik guru dalam merakit dan memprogram robot.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap sekolah mampu mengembangkan ekstrakurikuler robotika secara berkelanjutan dan mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi teknologi,” ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari sesi daring pada 9–11 Maret 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka pada 21–22 April 2026 di kawasan pusat pemerintahan IKN. Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama empat bulan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Politeknik Negeri Samarinda.

Sebanyak 20 sekolah yang terdiri dari 13 SMP dan 7 SMA/MA terlibat dalam program ini. Masing-masing sekolah telah menyatakan komitmennya untuk membentuk kegiatan ekstrakurikuler robotika secara resmi, lengkap dengan penunjukan guru pembina dan jadwal rutin.

Sebagai bentuk dukungan konkret, setiap sekolah juga menerima perangkat robotika berupa toolkit, trainer kit, serta dua unit robot jenis wall follower dan transporter. Peralatan ini menjadi sarana praktik langsung bagi siswa dalam memahami konsep dasar robotika.

Antusiasme peserta terlihat dari pengalaman para guru yang mengikuti pelatihan. Salah satunya Ayu Desi Wilujeng dari SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara yang mengaku mendapatkan wawasan baru di bidang teknologi. Ia menyebut pelatihan ini sangat membantu karena dilengkapi praktik langsung.

Hal serupa disampaikan Dwi Setyo Prabowo dari SMA Negeri 2 Samboja yang menilai program ini sebagai pengalaman pertama yang membuka perspektif baru terhadap perkembangan teknologi.

Ke depan, Otorita IKN berharap program ini dapat menjadi model percontohan bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi. Dengan demikian, ekosistem talenta digital yang inovatif, kreatif, dan adaptif dapat tumbuh secara berkelanjutan di kawasan IKN.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Tinggalkan Komentar