IOH Perkuat SatSpam Plus Selama Ramadan, Antisipasi Lonjakan Penipuan Digital di Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Aktivitas digital masyarakat di Balikpapan meningkat signifikan selama Ramadan. Pola hidup yang berubah—mulai dari bangun sahur, bekerja seperti biasa, hingga kembali aktif selepas berbuka mendorong durasi online warga melonjak, bahkan disebut bisa mencapai 19 jam per hari.
Di tengah tingginya konektivitas tersebut, risiko penipuan digital ikut meningkat. Data Global Anti-Scam Alliance (GASA) 2025 mencatat, periode dengan aktivitas online tinggi seperti Ramadan mengalami kenaikan risiko penipuan hingga 34–35 persen dibandingkan periode normal.
Modus penipuan yang paling sering terjadi memanfaatkan saluran komunikasi yang akrab digunakan masyarakat. Panggilan melalui WhatsApp mendominasi hingga 89 persen pada kategori kasus tertentu. Sekitar 60 persen kasus lainnya masih mengandalkan telepon konvensional. Tren penipuan juga meningkat menjelang pencairan tunjangan hari raya (THR).
Melihat tren tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat fitur perlindungan digital SatSpam Plus. Fitur ini diklaim mampu memberikan perlindungan tidak hanya pada layanan voice dan SMS, tetapi juga panggilan WhatsApp.
Acting Officer Head of Circle Kalisumapa & SVP Head of Sales Prepaid & Distribution Circle Kalisumapa IOH, Yogo Pandego Bagus mengatakan, Ramadan merupakan periode rawan spam dan scam.
“Setiap Ramadan, pola spam dan scam cenderung melonjak. Karena itu, SatSpam Plus kami perkuat, bukan hanya melindungi voice dan SMS, tetapi juga WhatsApp Call,” ujar Yogo dalam media update IM3 SatSpam+ di Balikpapan, Selasa (24/2/2026).
Menurut Yogo, sistem tersebut didukung teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi panggilan mencurigakan secara real time. IOH juga mengklaim menjadi operator pertama yang menghadirkan perlindungan terintegrasi untuk panggilan WhatsApp.
Selain penguatan sisi keamanan, IOH turut memperluas jaringan 5G di Balikpapan untuk mengantisipasi lonjakan trafik data selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Peningkatan trafik diperkirakan terjadi seiring naiknya aktivitas komunikasi, transaksi digital, hingga konsumsi layanan streaming.
Yogo menilai Balikpapan memiliki tingkat konektivitas tinggi karena menjadi pusat aktivitas pekerja, keluarga, dan wisatawan, sekaligus gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Bukan sekadar soal kecepatan internet, tapi bagaimana jaringan ini jadi solusi yang aman dan andal bagi pelanggan, terutama di momen dengan trafik tinggi seperti Ramadan dan Lebaran,” kata dia.
Sejumlah pola penipuan yang kerap muncul selama Ramadan antara lain modus hadiah atau promo Lebaran, panggilan yang mengatasnamakan bank atau lembaga resmi untuk meminta data pribadi, hingga permintaan kode one time password (OTP) menjelang pencairan THR.
Masyarakat diimbau untuk tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, tidak mudah percaya pada nomor tidak dikenal, selalu melakukan verifikasi sebelum mentransfer dana, serta segera melaporkan panggilan mencurigakan.
Di tengah meningkatnya aktivitas digital selama Ramadan, penguatan sistem perlindungan dan literasi digital dinilai menjadi kunci agar masyarakat dapat menjalani bulan suci dengan lebih aman dan tetap produktif.
BACA JUGA
