Irigasi Labanan Jaya Diperbaiki Bertahap, Petani Jadi Prioritas
TANJUNG REDEP, Gerbangkaltim.com – Irigasi Labanan Jaya menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga produktivitas sektor pertanian. Pembenahan jaringan pengairan di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi.
Ketersediaan jaringan irigasi menjadi faktor penting bagi petani, terutama saat memasuki periode dengan curah hujan rendah. Saluran yang mengalami kerusakan dapat menghambat distribusi air menuju lahan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap aktivitas maupun hasil pertanian.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, mengatakan masih terdapat sejumlah bagian jaringan irigasi di Labanan Jaya yang membutuhkan perbaikan.
Menurut Hendra, kondisi saluran yang belum sepenuhnya optimal membuat distribusi air ke sejumlah area pertanian masih menghadapi kendala. Karena itu, pemerintah melakukan penanganan berdasarkan tingkat kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
“Masih ada bagian jaringan yang kondisinya perlu diperbaiki. Karena itu, penanganannya kami lakukan secara bertahap dengan menyesuaikan skala kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ujar Hendra.
Pada 2026, terdapat lima pekerjaan irigasi tersier yang direncanakan melalui kewenangan pemerintah provinsi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki jaringan pengairan yang mendukung aktivitas pertanian di kawasan Labanan Jaya.
Namun, lima pekerjaan tersebut belum mencakup seluruh kebutuhan perbaikan jaringan irigasi di lapangan. Pemerintah daerah masih melihat adanya sejumlah titik yang memerlukan penanganan lanjutan.
“Lima kegiatan yang masuk tahun ini tentu menjadi langkah awal, tetapi kebutuhan di lapangan masih cukup banyak. Kami akan terus mendorong agar titik-titik lain yang membutuhkan perbaikan dapat ikut ditangani,” katanya.
Hendra menjelaskan, keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu alasan pembenahan jaringan irigasi belum bisa dilakukan secara menyeluruh dalam satu waktu.
Meski demikian, DPUPR Berau tetap berupaya mengawal kebutuhan anggaran agar pembangunan maupun rehabilitasi saluran pengairan dapat dilanjutkan. Usulan penanganan akan kembali didorong dalam pembahasan anggaran berikutnya.
Menurut dia, dukungan anggaran melalui APBD Perubahan maupun program tahun 2027 menjadi salah satu opsi untuk memperluas cakupan pembenahan jaringan irigasi.
“Kami ingin memastikan kebutuhan irigasi tidak berhenti di tahun ini. Untuk itu, kami akan terus mengawal usulannya agar bisa masuk dalam APBD Perubahan maupun program tahun 2027,” tuturnya.
Selain program pembangunan dan rehabilitasi yang telah direncanakan, DPUPR Berau juga melakukan penanganan terhadap jaringan yang mengalami gangguan di lapangan.
Perbaikan bertahap tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air menuju lahan pertanian masyarakat. Dengan jaringan pengairan yang lebih baik, petani diharapkan dapat mempertahankan produktivitas lahannya dan tidak terlalu rentan terhadap kendala pasokan air.
“Yang kami harapkan, setiap penanganan yang dilakukan bisa memberikan dampak langsung kepada petani. Dengan jaringan air yang lebih baik, produktivitas lahan dapat tetap terjaga,” kata Hendra.
Pembenahan irigasi di Labanan Jaya pada akhirnya bukan sekadar persoalan memperbaiki saluran yang rusak. Bagi petani, kelancaran air menjadi bagian penting dari keberlangsungan kegiatan di lahan. Karena itu, kesinambungan program perbaikan dan dukungan anggaran tetap menjadi kebutuhan agar infrastruktur pertanian dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Sumber: DPUPR Kabupaten Berau.
BACA JUGA
