Kalapas Banjarmasin Tinjau Budidaya Ikan di SAE 1, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Produktif

Lapas Banjarmasin
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah meninjau program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui budidaya perikanan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Senin (18/5/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui budidaya perikanan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1. Program tersebut dipantau langsung oleh Kepala Lapas saat melakukan peninjauan ke area kolam budidaya ikan, Senin (18/5/2026).

Dalam kegiatan itu, Kalapas meninjau kondisi kolam, memeriksa proses pemeliharaan ikan, serta berdialog dengan petugas dan warga binaan yang terlibat dalam program. Ia juga ikut memberi pakan ikan bersama warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pembinaan keterampilan di lingkungan lapas.

Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, program budidaya perikanan menjadi salah satu pembinaan unggulan karena dinilai mampu memberikan keterampilan kerja yang bermanfaat bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

“Program budidaya perikanan ini bukan hanya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi warga binaan dalam bekerja. Kami berharap keterampilan yang mereka pelajari di sini dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Menurut dia, pembinaan berbasis praktik kerja dinilai lebih efektif karena warga binaan dapat terlibat langsung dalam proses pemeliharaan hingga pengelolaan hasil budidaya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan program perikanan di SAE 1 agar berjalan produktif dan berkelanjutan.

“Kami siap menjalankan arahan Kalapas untuk terus mengembangkan program budidaya perikanan ini. Harapannya, kegiatan pembinaan dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi sarana peningkatan keterampilan bagi warga binaan,” katanya.

Suasana peninjauan berlangsung santai namun penuh semangat. Aktivitas warga binaan di sekitar kolam budidaya mencerminkan upaya pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman kerja secara langsung melalui kegiatan produktif sehari-hari.

Tinggalkan Komentar