Kapolres PPU Ingatkan Personel Jauhi Judi Online dan Narkoba

Kapolres
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara memberikan arahan kepada personel saat Apel Pimpinan di Mapolres PPU, Senin (24/8/2026).

PENAJAM PASER UTARA, Gerbangkaltim.com — Judi online, narkoba, dan perbuatan asusila menjadi perhatian serius Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Andreas Alek Danantara. Ia mengingatkan seluruh personel agar menjaga disiplin, integritas, moralitas, serta kehormatan institusi Polri dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

Penekanan itu disampaikan AKBP Andreas saat memimpin Apel Pimpinan di Mapolres Penajam Paser Utara, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta seluruh anggota tidak terjerumus pada berbagai tindakan yang berpotensi merusak masa depan pribadi, keluarga, maupun citra kepolisian.

Kapolres secara khusus meminta personel menjauhi judi online, penyalahgunaan narkoba, dan perbuatan asusila. Menurutnya, ketiga hal tersebut bukan hanya berpotensi menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga dapat menghancurkan kehidupan seseorang serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Jauhi judi online, narkoba dan perbuatan asusila. Jangan sampai karena kesalahan yang kita lakukan, masa depan diri sendiri dan keluarga menjadi rusak, serta nama baik institusi ikut tercoreng,” tegas Andreas.

Ia menekankan bahwa anggota Polri memiliki tanggung jawab moral yang besar sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Karena itu, disiplin dan integritas harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari, bukan sekadar diterapkan ketika sedang menjalankan tugas kedinasan.

Selain persoalan kedisiplinan, Kapolres PPU juga mengajak personel menyikapi perkembangan teknologi secara bijak. Perangkat telepon seluler yang hampir selalu digunakan dalam aktivitas sehari-hari, menurutnya, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif.

Personel didorong menggunakan teknologi untuk menambah wawasan, mempelajari keterampilan baru, meningkatkan kemampuan, serta menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat.

“Manfaatkan handphone untuk hal-hal yang positif. Gunakan untuk belajar, meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kreativitas. Jangan sampai teknologi justru membawa kita pada kegiatan yang negatif,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya pelanggaran, Andreas juga meminta para pejabat utama, perwira, dan pimpinan fungsi memperkuat pembinaan serta pengawasan terhadap anggota secara berjenjang.

Komunikasi yang terbuka dan kepedulian terhadap kondisi anggota dinilai penting sebagai bagian dari langkah pencegahan. Dengan pembinaan yang berjalan baik, potensi pelanggaran diharapkan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Apel pimpinan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Polres PPU untuk memperkuat komitmen menjaga marwah institusi melalui sikap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

Menutup arahannya, Kapolres menyampaikan pesan singkat yang menjadi penekanan bagi seluruh personel.

“Kalau kita tidak bisa berbuat prestasi, minimal jangan membuat masalah.”

Pesan tersebut mengandung penekanan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi institusi dan masyarakat. Namun, ketika belum mampu mencatatkan prestasi, personel setidaknya harus mampu menjaga diri agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga, satuan, maupun nama baik Polri.

Melalui penguatan disiplin, integritas, pembinaan, dan pengawasan internal, Polres Penajam Paser Utara berupaya membangun personel yang profesional, berkarakter, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sumber: Humas Polres Penajam Paser Utara.

Tinggalkan Komentar