Kemasan Produk IKM Berau Didorong Naik Kelas ke Pasar Nasional

IKM Berau
Suasana pembukaan Pelatihan Desain Kemasan. (Wahyudi)

Gerbangkaltim.com, Tanjung Redep – IKM Berau mulai diarahkan untuk memperkuat daya saing produk melalui desain kemasan yang lebih menarik, informatif, higienis, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Langkah ini dinilai penting agar produk lokal tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga mampu mencuri perhatian konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

Upaya tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dengan menggelar Pelatihan Desain Kemasan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Grand Parama Hotel, Tanjung Redeb, 4–5 Agustus 2026.

Sebanyak 60 pelaku IKM dari empat kecamatan mengikuti pelatihan yang menghadirkan narasumber dari UPT Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (PSMB) serta praktisi desain kemasan.

Pelatihan tersebut tidak hanya membahas aspek visual kemasan. Para peserta juga diarahkan memahami bagaimana kemasan dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran sekaligus membangun identitas sebuah produk.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan kemasan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan konsumen ketika pertama kali melihat sebuah produk.

Menurutnya, produk berkualitas perlu didukung tampilan yang mampu memberikan kesan positif sehingga calon pembeli tertarik untuk mengenal lebih jauh produk yang ditawarkan.

“Sering kali yang pertama dilihat konsumen adalah kemasannya. Ketika tampilannya menarik, orang akan mendekat, melihat produk, kemudian tertarik untuk membeli,” ujar Eva.

Ia menjelaskan, kemasan memiliki sejumlah fungsi penting. Selain melindungi isi produk, kemasan dapat menjadi identitas usaha, media promosi, sekaligus instrumen untuk meningkatkan nilai jual.

Karena itu, pelaku IKM diharapkan tidak lagi memandang kemasan hanya sebagai pembungkus produk. Desain yang tepat perlu mempertimbangkan unsur kreativitas, informasi produk, keamanan, serta kesesuaian dengan karakter pasar yang dituju.

Produk Lokal Berau Perlu Naik Kelas

Eva mengatakan pelatihan desain kemasan merupakan bagian dari agenda pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing IKM Berau. Kegiatan tersebut menjadi pelatihan kedua yang dilaksanakan Diskoperindag pada tahun ini.

Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Kecamatan Pulau Derawan. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat di kawasan pesisir sekaligus sektor pariwisata.

Ke depan, Diskoperindag Berau berkomitmen memperluas kesempatan bagi pelaku IKM untuk memperoleh pelatihan dan pendampingan sehingga semakin banyak produk lokal yang mampu memenuhi tuntutan pasar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menilai penguatan sektor UMKM dan IKM memiliki posisi strategis dalam mendorong perekonomian masyarakat.

Berau memiliki beragam potensi komoditas, mulai dari hasil perikanan, pertanian hingga kerajinan. Potensi tersebut, menurutnya, dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar apabila diolah menjadi produk siap jual.

Namun, peningkatan kualitas produk harus berjalan beriringan dengan pembenahan kemasan.

“Produk kita sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Tantangannya adalah bagaimana membuat produk itu mampu bersaing di pasar, salah satunya melalui kemasan yang lebih baik,” kata Said.

Ia juga mendorong hilirisasi agar komoditas lokal tidak berhenti dipasarkan sebagai bahan mentah. Pengolahan menjadi produk jadi dinilai dapat menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Peluang tersebut semakin terbuka dengan berkembangnya perdagangan digital dan berbagai agenda promosi, termasuk pameran produk.

Karena itu, pelaku IKM Berau didorong terus memperkuat empat aspek utama, yakni kualitas produk, inovasi, desain kemasan, dan strategi pemasaran.

Dengan langkah tersebut, produk lokal Berau diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar daerah, tetapi juga memiliki identitas dan daya saing untuk menjangkau konsumen di tingkat yang lebih luas, termasuk pasar nasional.

Sumber: Diskoperindag Berau

Tinggalkan Komentar