Keributan Antrean BBM di SPBU Batakan Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Perselisihan antar warga yang sempat terjadi di SPBU Batakan, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi kepolisian, Senin (23/2/2026) malam.
Proses mediasi digelar di Markas Polsek Balikpapan Timur sekitar pukul 21.30 Wita. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muhamad Chusen dan dihadiri personel Unit Opsnal Jatanras Polresta Balikpapan, Unit Reskrim, serta Unit Intelkam Polsek Balikpapan Timur.
Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhamad Chusen, mengatakan kedua pihak yang terlibat sepakat mengakhiri persoalan tanpa melanjutkannya ke jalur hukum.
“Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai dan memilih menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Tidak ada yang melanjutkan ke proses hukum,” ujar Chusen saat dikonfirmasi, Senin malam.
Insiden tersebut bermula dari ketegangan saat antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Batakan. Kesalahpahaman di lokasi memicu adu argumen yang kemudian berkembang menjadi keributan. Situasi sempat memanas hingga terjadi kontak fisik.
Pihak yang terlibat dalam peristiwa itu yakni Tajuddin (48), warga Manggar, Balikpapan Timur, serta dua mahasiswa, Ase Wijaya Setoyo (21) dan Arya Wijaya Setoyo (21), warga Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan.
Dalam mediasi yang berlangsung di kantor polisi, masing-masing pihak diberi kesempatan menyampaikan kronologi kejadian dan klarifikasi. Aparat kepolisian bertindak sebagai fasilitator untuk memastikan dialog berjalan kondusif.
Selain menyatakan saling memaafkan, mereka juga menandatangani surat kesepakatan perdamaian. Kedua pihak turut menyatakan kesediaan membuat video klarifikasi bersama guna meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial.
Chusen mengimbau masyarakat untuk menjaga emosi, terutama saat berada di ruang publik seperti area pelayanan umum.
“Kami mengingatkan masyarakat agar menahan diri dan mengedepankan komunikasi jika terjadi kesalahpahaman. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak,” kata dia.
Polsek Balikpapan Timur berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang dan masyarakat dapat menjaga ketertiban, khususnya saat mengantre di fasilitas umum.
BACA JUGA
