Kodam VI/Mulawarman Bantah Isu Begal oleh Oknum TNI di Balikpapan, Sebut Hanya Perselisihan Pengendara

Kodam Vi Mlw
Ilustrasi kejadian perselisihan antara Oknum TNI dan warga di Balikpapan.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kodam VI/Mulawarman memastikan peristiwa yang sempat viral dan disebut sebagai aksi pembegalan oleh oknum anggota TNI di Balikpapan bukan merupakan tindak kriminal begal, melainkan perselisihan antar pengendara yang berujung keributan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman,Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada malam 30 Maret 2026 di kawasan lampu lalu lintas Kebun Sayur, Balikpapan.

“Peristiwa bermula ketika pengendara sepeda motor bersama rekannya menyalip kendaraan di depannya dan hampir terjadi serempetan,” ujar Kapendam VI/Mulawarman, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, kendaraan yang nyaris terserempet kemudian mengejar kedua pengendara motor hingga ke kawasan SPBU Karang Anyar.
Saat tiba di lokasi, salah satu pengendara motor berhasil meninggalkan tempat kejadian. Namun, satu pengendara lainnya sempat terlibat perselisihan dengan pihak yang mengejar.

“Terjadi perselisihan yang disertai pemukulan, kemudian situasi mulai ramai oleh warga sekitar sehingga pihak yang terlibat meninggalkan lokasi,” katanya.

Kapendam menegaskan, kejadian tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai aksi pembegalan sebagaimana informasi yang beredar di media sosial maupun sejumlah pemberitaan sebelumnya.

“Ini bukan aksi begal, tetapi perselisihan antar sesama pengguna jalan yang berujung keributan,” tegasnya.

Meski demikian, pihak Kodam memastikan personel yang diduga terlibat tetap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan oleh Pomdam VI/Mulawarman.

“Saat ini masih dalam proses penyidikan oleh Pomdam VI/Mulawarman,” ujar Kapendam.

Kodam VI/Mulawarman memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Balikpapan hingga saat ini tetap aman dan kondusif.

Tinggalkan Komentar