KKN Kolaborasi Kalimantan Timur Libatkan 3.420 Mahasiswa, Wawali Samarinda Tekankan Pengabdian yang Berdampak
Gerbangkaltim.com, Samarinda – KKN Kolaborasi Kalimantan Timur kembali menjadi wadah sinergi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Sebanyak 3.420 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur siap diterjunkan ke berbagai wilayah untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung hingga Agustus 2026.
Menjelang pelaksanaan program, perwakilan mahasiswa peserta KKN melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Balai Kota Samarinda, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Audiensi di Ruang Rapat Wakil Wali Kota turut dihadiri Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Syafarudin, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.
Mahasiswa yang hadir merupakan perwakilan dari Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Mulia, dan Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda. Mereka menjadi bagian dari ribuan peserta KKN yang akan ditempatkan di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Dosen Pendamping KKN Kolaborasi, Swandari Paramita, menjelaskan bahwa program tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan pengabdian, tetapi juga memperkuat kerja sama lintas perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Menurutnya, konsep kampus berdampak menjadi semangat utama pelaksanaan KKN Kolaborasi. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan indeks pembangunan desa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kami ingin membangun sinergi kampus berdampak yang mampu meningkatkan indeks pembangunan desa sekaligus mendukung pencapaian SDGs. Selain belajar beradaptasi dengan masyarakat, mahasiswa juga belajar bekerja sama dengan rekan dari berbagai perguruan tinggi,” ujar Swandari.
Ia menambahkan, KKN Kolaborasi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim lintas kampus maupun lintas disiplin ilmu, sehingga pengalaman yang diperoleh tidak hanya bersifat akademik tetapi juga memperkuat kompetensi sosial dan kepemimpinan.
Pada pelaksanaan tahun ini, program KKN mengusung empat fokus utama, yaitu literasi dan tata kelola, kesehatan dan kesejahteraan, kemandirian ekonomi, serta lingkungan dan teknologi hijau. Seluruh kegiatan telah dimulai sejak 11 Juli dan dijadwalkan berakhir pada 22 Agustus 2026.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
“KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Namun, Saefuddin mengingatkan bahwa keberhasilan program KKN tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan mahasiswa membangun komunikasi dengan masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi warga, dan menghadirkan solusi yang benar-benar memberikan manfaat.
Sebagai bekal sebelum turun ke lapangan, ia juga mendorong seluruh peserta mempelajari berbagai program prioritas Pemerintah Kota Samarinda. Di antaranya Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), Kelurahan Digital, percepatan penanganan stunting, hingga pengembangan sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Sementara itu, Ketua TWAP Kota Samarinda Syafarudin berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa pengabdian sebagai kesempatan memahami secara langsung proses pembangunan daerah. Pengalaman tersebut diyakini akan menjadi bekal berharga dalam membangun kepedulian sosial sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Di akhir audiensi, Wakil Wali Kota memberikan apresiasi kepada panitia KKN Kolaborasi yang untuk pertama kalinya menginisiasi pertemuan dengan Pemerintah Kota Samarinda sebelum program dimulai. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga hasil pengabdian mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sumber: Pemkot Samarinda
BACA JUGA
