Pertarungan Gagasan Warnai Perebutan Kursi Ketua PWI Paser, Dua Calon Resmi Mendaftar
PASER, Gerbangkaltim.com -Suasana Aula Gedung KONI Paser di kawasan Stadion Sadurengas, Kabupaten Paser, Rabu (20/5), tampak lebih hidup dari biasanya. Sejumlah wartawan hadir menyaksikan proses pendaftaran bakal calon dan pengambilan nomor urut pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Paser.
Bukan sekadar agenda administratif organisasi, momentum itu menjadi panggung awal pertarungan gagasan tentang arah masa depan organisasi wartawan di daerah.
Dua nama resmi maju sebagai bakal calon Ketua PWI Paser. M. Najib mendapat nomor urut 1, sementara Tomi Wirahadi Wijaya memperoleh nomor urut 2. Keduanya datang membawa visi yang sama-sama berbicara tentang kemajuan organisasi, namun dengan pendekatan yang berbeda.
M. Najib memilih menitikberatkan penguatan relasi eksternal organisasi. Ia melihat PWI tidak bisa berjalan sendiri tanpa membangun komunikasi dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, perusahaan swasta, hingga institusi pengelola informasi publik seperti Humas, Prokopim, dan Diskominfo.
Baginya, sinergi lintas sektor penting agar pers daerah tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
“Saya harap kita bisa bekerja sama dengan humas maupun kominfo selaku pintu utama arus informasi publik di Kabupaten Paser,” kata Najib.
Di tengah perkembangan media digital, Najib juga menawarkan sejumlah program modernisasi organisasi. Mulai dari pelatihan multimedia, mobile journalism, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), pembentukan website resmi organisasi, hingga ruang kolaborasi bagi wartawan muda.
Ia menilai peningkatan kemampuan teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar wartawan daerah mampu mengikuti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
“Saya berharap kita dapat menyelenggarakan pelatihan rutin dalam mendukung produktivitas wartawan,” ujarnya.
Sementara itu, Tomi Wirahadi Wijaya hadir dengan fokus berbeda. Ia lebih menyoroti pentingnya pembenahan kualitas internal organisasi dan peningkatan sumber daya manusia wartawan.
Dalam visi-misinya, Tomi menempatkan peningkatan kompetensi wartawan sebagai prioritas utama melalui pelatihan jurnalistik berkelanjutan dan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Teman-teman wartawan wajib mengikuti UKW dan memiliki jiwa profesionalisme,” kata Tomi.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga independensi pers di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran hoaks.
“Menjaga independensi, etika, dan nama baik pers sesuai kode etik jurnalistik serta memberikan edukasi publik untuk menangkal hoax dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya informasi akurat,” tegasnya.
Bagi Tomi, organisasi wartawan harus memiliki fondasi internal yang kuat sebelum memperluas jejaring eksternal. Karena itu, ia juga menjanjikan pengembalian fungsi sekretariat PWI Paser sebagai pusat koordinasi dan pelayanan anggota agar aktivitas organisasi berjalan lebih tertata.
Perbedaan pendekatan kedua kandidat itu kini menjadi perhatian anggota PWI Paser. Najib menawarkan penguatan jejaring dan akses informasi publik, sedangkan Tomi membawa agenda penguatan kualitas wartawan dan konsolidasi internal organisasi.
Di tengah tantangan pers daerah yang terus berubah akibat perkembangan teknologi digital, pilihan arah pembenahan organisasi diperkirakan menjadi pertimbangan utama anggota PWI Paser dalam menentukan pemimpin baru mereka. (*/Geka)
BACA JUGA
