PHI Zona 9 Jangkau 750 Warga Lewat Program PPM

PHI Zona 9
Grup PT Pertamina Hulu Indonesia Zona 9 menjalankan berbagai Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi.

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com — Program PPM PHI Zona 9 menjangkau lebih dari 750 penerima manfaat langsung sepanjang semester pertama 2026. Program yang dijalankan Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) tersebut menyasar berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur hingga penanganan bencana.

Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan melalui sejumlah entitas di lingkungan Zona 9, yakni PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field, PEP Sangasanga Field, PEP Tanjung Field, serta PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Pelaksanaan program diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan.

General Manager Zona 9 PHI, Dadang Soewargono, mengatakan keberlanjutan operasi perusahaan tidak dapat dipisahkan dari hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, masyarakat yang semakin berdaya dan mandiri menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan kegiatan perusahaan dalam jangka panjang. Karena itu, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dikembangkan agar tidak hanya memberikan bantuan, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dipertahankan oleh masyarakat.

“Kami menjalankan kegiatan TJSL melalui program PPM yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat,” ujar Dadang.

Program PPM di Zona 9 juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Environmental, Social, and Governance (ESG). Pelaksanaannya disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah operasi.

Di PEP Tanjung Field, misalnya, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dilakukan melalui sejumlah program seperti SEKARA JIRAK, LESTARI Belimbing, BASMA, K-INTEGRA, dan Bintang Borneo. Program tersebut mendorong pengembangan produk olahan, penguatan legalitas usaha, pemanfaatan limbah, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peternakan.

Salah satu hasilnya terlihat dari pengembangan amplang ikan haruan yang mampu memberikan keuntungan kelompok hingga 30 persen. Program lainnya turut mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi serta penggunaan teknologi tepat guna.

Sementara itu, PEP Sangatta Field menjalankan Program Bintang Pertiwi dan ECO-STEP. Bintang Pertiwi mengembangkan usaha pengolahan jamur, amplang dan hortikultura. Salah satu kelompok penerima manfaat bahkan mencatat pendapatan bersih lebih dari Rp24 juta.

Melalui ECO-STEP, perusahaan juga mendorong penggunaan pupuk semi-organik dan sistem hidroponik. Program tersebut dilaporkan meningkatkan pendapatan petani sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per orang bagi 20 petani, sekaligus menekan biaya produksi pupuk NPK hingga Rp5 juta dalam setiap siklus panen.

Di PEP Sangasanga Field, program PPM mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan dan peningkatan keterampilan. Sebanyak 165 pelajar mengikuti Kelas Bahasa Inggris Kota Juang Sangasanga, sedangkan 105 siswa memperoleh edukasi lingkungan melalui Green School Movement.

Pada sektor kesehatan, sebanyak 54 balita berisiko stunting mendapat intervensi gizi melalui Prokesmas Puja. Perusahaan juga memberikan ruang praktik bagi alumni pelatihan barber agar keterampilan yang telah diperoleh dapat berkembang menjadi peluang ekonomi.

PHSS turut mengembangkan program di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan infrastruktur sosial. Program Jagoan Usaha PHSS diarahkan untuk memperkuat UMKM dan sektor wisata, disertai pengembangan kapasitas produksi pertanian, perikanan dan peternakan.

Dukungan lain mencakup akses air bersih, layanan kesehatan, fasilitas pendidikan dan Posyandu, hingga pembangunan serta rehabilitasi infrastruktur. PHSS juga melanjutkan pendampingan alumni pelatihan barista dan barber, penguatan Program BIOKOSMO, serta peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan dan sertifikasi.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan program PPM dikembangkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah operasi.

“Setiap tahun, kami berinvestasi pada lebih dari 100 program PPM yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasi Perusahaan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat bersama atau creating shared value, sehingga program tidak berhenti pada bantuan jangka pendek.

Zona 9 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia. Entitas di dalamnya menjalankan kegiatan sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bersama SKK Migas dalam pengelolaan operasi hulu migas di wilayah kerja Sanga Sanga, Sangatta, dan Tanjung.

Melalui berbagai inovasi sosial dan teknologi, PHI Zona 9 terus berupaya menjalankan operasi yang aman, efisien, andal, patuh, serta memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, sejalan dengan dukungan terhadap keberlanjutan energi nasional.

Sumber: PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).

Tinggalkan Komentar