Kampung Bungas Ditarget Jadi Destinasi Wisata Lingkungan 2028, Warga Disiapkan Jadi Pemandu
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, terus dipersiapkan menjadi destinasi wisata lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat. Target tersebut diharapkan dapat terwujud pada 2028 seiring berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembenahan infrastruktur kawasan.
Inisiator Kampung Bungas, Suwanto, mengatakan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim penilai tingkat Provinsi Kalimantan Timur memberikan sejumlah masukan untuk pengembangan kawasan tersebut ke depan.
“Untuk hasil lomba kita serahkan kepada dewan juri. Mudah-mudahan mereka bangga melihat salah satu wilayah di Kota Balikpapan, khususnya Kampung Bungas,” kata Suwanto, Senin (15/6/2026).
Menurut dia, tim provinsi melihat potensi besar Kampung Bungas untuk berkembang menjadi kawasan wisata lingkungan. Bahkan, pengembangan destinasi wisata telah menjadi target yang dirancang oleh pengelola kampung.
“Bukan rekomendasi sebenarnya, memang target kami Kampung Bungas pada 2028 bisa menjadi salah satu tempat wisata lingkungan di Kota Balikpapan,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, kata Suwanto, hal pertama yang harus disiapkan adalah peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu menjadi pemandu wisata yang baik bagi para pengunjung.
“Kami akan menyiapkan kemampuan SDM masyarakat agar bisa menjadi guide. Selain itu juga meningkatkan keramahan masyarakat dalam menerima tamu,” katanya.
Selain penguatan SDM, Kampung Bungas juga akan melakukan pembenahan infrastruktur pendukung wisata. Beberapa di antaranya berupa penyediaan titik-titik foto menarik serta penataan lingkungan permukiman agar lebih nyaman dipandang.
“Dari tim kemarin ada masukan untuk memperbaiki beberapa bagian lingkungan yang masih kurang bagus, terutama dari sisi tampilan rumah dan kawasan. Itu akan segera kami benahi,” ujar Suwanto.
Selama ini, pengembangan Kampung Bungas dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan bibit tanaman, tempat sampah, hingga penyediaan tanah untuk kegiatan budidaya.
“Bantuan datang dari kelurahan, kecamatan, maupun dinas terkait. Tetapi masyarakat juga bergerak mandiri untuk mengembangkan kampung ini,” katanya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Warga kini mampu memperoleh tambahan pendapatan dari hasil pertanian yang dikembangkan di kawasan kampung. Berbagai jenis sayuran dan tanaman produktif yang dipanen hampir selalu habis terjual.
“Setiap panen pasti habis terjual. Ini bisa menambah pendapatan ekonomi bagi warga,” ucap Suwanto.
Tak hanya dari sektor pertanian, pengelolaan sampah yang dilakukan warga juga menghasilkan nilai ekonomi. Produk olahan hasil pengelolaan sampah bahkan mulai diminati pasar.
“Kami sudah punya mitra dan ada toko yang meminta produk dari kami. Hanya saja kemampuan produksi masih terbatas karena proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar tiga bulan,” katanya.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Kampung Bungas diharapkan tidak hanya menjadi percontohan program lingkungan dan ketahanan pangan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata edukatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
