Kontrak Diputus, Proyek RS Sayang Ibu Balikpapan Barat Dilelang Ulang
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat dipastikan akan dilanjutkan melalui proses lelang ulang setelah kontrak dengan pelaksana proyek sebelumnya resmi diputus. Keputusan ini diambil menyusul lambannya progres pembangunan yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan.
Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan Balikpapan Barat, Baharuddin Daeng Lalla, mengatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek yang berada di Jalan Letjen Suprapto, RT 16, Gang Perikanan, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat.
“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, progres pembangunan masih sangat minim. Informasi yang kami terima, pengerjaan baru sekitar 20 persen dan itu pun baru berupa pancangan di sisi kiri dan kanan bangunan. Tanah urukan belum dikerjakan,” ujar Baharuddin, Senin (19/1/2026).
Menurut dia, proyek pembangunan RS Sayang Ibu merupakan proyek fisik yang telah dianggarkan sejak 2024 dan mulai dikerjakan pada 2025. Namun hingga memasuki 2026, capaian pembangunan belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Kontraknya sudah diputus tahun ini. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan dengan mekanisme lelang ulang,” kata Baharuddin.
DPRD Kota Balikpapan, lanjut dia, akan mengawal proses lelang ulang tersebut agar berjalan secara terbuka dan transparan, serta menghasilkan pelaksana proyek yang mampu bekerja sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
“Kami berharap proses lelang nanti dilakukan secara terbuka. Masyarakat harus tahu siapa pemenangnya dan kami ingin kualitas pekerjaannya benar-benar baik, karena ini menyangkut fasilitas kesehatan publik,” tegasnya.
Baharuddin menjelaskan, sebagai wakil rakyat dari Balikpapan Barat, dirinya kerap menerima laporan langsung dari warga sekitar terkait kondisi proyek RS Sayang Ibu. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada dinas teknis terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Warga hampir setiap hari menyampaikan informasi kepada kami karena ini memang wilayah dapil kami. Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan juga bersama rekan-rekan di Komisi IV DPRD untuk mengawasi pembangunan ini,” ujarnya.
Ia menilai, terhentinya pembangunan rumah sakit tersebut berdampak langsung kepada masyarakat. Pasalnya, RS Sayang Ibu diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Balikpapan Barat.
“Yang paling dirugikan tentu masyarakat. Harapannya rumah sakit ini sudah bisa difungsikan, tetapi sampai sekarang belum terwujud,” kata Baharuddin.
Sebagai langkah sementara, ia memastikan bahwa Puskesmas di wilayah tersebut masih beroperasi selama 24 jam untuk melayani masyarakat. Ia juga mendorong Dinas Kesehatan Kota Balikpapan agar memastikan ketersediaan dokter yang siaga, meskipun diakui saat ini masih terdapat keterbatasan tenaga kesehatan.
“Puskesmas masih aktif 24 jam. Kami terus mengawasi agar minimal ada dokter yang standby, walaupun memang kita tahu Dinas Kesehatan masih kekurangan tenaga medis,” ujarnya.
Selain soal progres pembangunan, DPRD juga menaruh perhatian terhadap dampak proyek terhadap lingkungan sekitar. Baharuddin mengungkapkan adanya laporan warga terkait rumah yang mengalami retak akibat aktivitas pembangunan.
“Ada laporan rumah warga mengalami retak. Ini tentu menjadi perhatian kami. Harapan masyarakat ada penyelesaian yang baik dari Pemerintah Kota. Hal ini akan kami sampaikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
BACA JUGA
