KPB Tutup Rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, Perkuat Budaya Keselamatan Proyek RDMP Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menutup rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2026 melalui kegiatan seminar keselamatan yang menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE), khususnya dalam pembangunan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang digelar di Balikpapan tersebut menjadi penutup rangkaian program keselamatan kerja yang sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan edukasi, kompetisi, hingga pemeriksaan kesehatan bagi pekerja proyek.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan Bambang Harimurti mengatakan, momentum BK3N menjadi pengingat bagi seluruh pekerja agar selalu menempatkan keselamatan sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja.
“Momentum Bulan K3 Nasional ini menjadi pengingat bahwa keselamatan merupakan fondasi utama keberlangsungan bisnis, sekaligus mendukung pembangunan RDMP Balikpapan,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Ia menambahkan, perusahaan terus mendorong penerapan standar keselamatan kerja secara konsisten di lingkungan proyek.
Hal tersebut dilakukan antara lain melalui implementasi sembilan perilaku wajib keselamatan dan 10 Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang wajib dipatuhi oleh seluruh pekerja.
Selain itu, pekerja juga didorong untuk menerapkan Stop Work Authority (SWA), yaitu kewenangan untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi atau perilaku yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Menurut Bambang, pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun kepedulian bersama di lingkungan kerja sehingga setiap pekerja berani mengingatkan atau melakukan intervensi apabila menemukan potensi bahaya.
Sepanjang pelaksanaan BK3N 2026, KPB menggelar sejumlah kegiatan yang bertujuan memperkuat pemahaman dan praktik keselamatan kerja di lingkungan proyek.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain donor darah, tes tertulis sistem K3, serta pelatihan penyegaran bagi petugas pertolongan pertama atau first aider guna meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat.
Selain itu, perusahaan juga menggelar workshop SLP Champion untuk memperkuat kepemimpinan pekerja dalam aspek keselamatan, lomba Juara 1 K3 yang mendorong inovasi praktik keselamatan, serta inspeksi mendadak (sidak) barang terlarang guna memastikan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di area proyek.
Upaya pengendalian risiko turut dilakukan melalui uji emisi kendaraan operasional proyek agar tetap memenuhi standar keselamatan dan lingkungan.
Di sisi lain, kegiatan sosialisasi HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) serta seminar keselamatan dan kesehatan kerja juga diselenggarakan guna meningkatkan kesadaran pekerja terhadap aspek kesehatan sebagai bagian penting dari keselamatan kerja.
KPB juga menjalankan kampanye internal bertajuk “SI Paling CLSR” yang bertujuan mendorong pekerja menerapkan aturan keselamatan kritikal secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari di area proyek.
Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan Asep Sulaeman mengatakan, peringatan BK3N menjadi momentum penting untuk memperkuat kepatuhan sekaligus membangun kesadaran kolektif pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja.
“Penerapan K3 bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi merupakan komitmen bersama untuk melindungi setiap pekerja sekaligus mendukung keberlanjutan operasional RDMP Balikpapan,” kata Asep.
Ia menambahkan, penguatan budaya keselamatan di lingkungan proyek membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari manajemen hingga pekerja di lapangan.
Menurut dia, melalui berbagai kegiatan selama BK3N, perusahaan berharap kesadaran terhadap keselamatan kerja dapat terus meningkat dan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja pulang dengan selamat. Karena itu, kepatuhan terhadap standar keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Asep.
BACA JUGA
