Lapas Banjarmasin Gandeng BRI, Perkuat Sistem Pembayaran dan Pemasaran Produk Warga Binaan
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memperkuat sistem pembayaran premi pekerja warga binaan serta memperluas pemasaran produk hasil pembinaan.
Kerja sama tersebut mengemuka dalam kunjungan Customer Business Manager (CBM) BRI, Yulinda, ke Lapas Banjarmasin, Selasa (24/2/2026).
Rombongan BRI diterima langsung oleh Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan itu, BRI menyatakan kesiapan mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan melalui penyediaan kartu Brizzi sebagai sarana pembayaran premi bagi warga binaan pekerja.
“Kami siap menyediakan Brizzi untuk nantinya digunakan sebagai pembayaran premi warga binaan pekerja,” ujar Yulinda.
Selain dukungan sistem pembayaran, BRI juga membuka peluang pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui galeri koperasi BRI.
“Kami juga siap menempatkan produk Lapas di galeri koperasi BRI agar bisa lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih luas,” kata dia.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyambut baik komitmen tersebut. Menurut dia, sinergi dengan sektor perbankan menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembinaan yang profesional dan transparan.
“Kami mengapresiasi dukungan dari BRI. Penyediaan Brizzi untuk pembayaran premi pekerja dan dukungan pemasaran produk merupakan bentuk nyata kolaborasi yang berdampak langsung bagi warga binaan. Ini bukan hanya soal transaksi, tetapi tentang membangun sistem yang tertib, modern, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan sistem pembayaran non-tunai juga dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan premi pekerja di dalam lapas.
“Dengan sistem non-tunai, pengelolaan menjadi lebih transparan dan terdata dengan baik. Ini penting untuk memastikan hak-hak warga binaan pekerja terpenuhi secara tertib,” katanya.
Usai pertemuan, jajaran Lapas bersama pihak BRI meninjau langsung sejumlah produk hasil karya warga binaan. Peninjauan dilakukan di area kegiatan kerja (giatja) dengan didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika.
Beragam produk ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan hingga produk keterampilan lain yang memiliki nilai ekonomis. Pihak lapas berharap dukungan pemasaran dari BRI dapat mendorong peningkatan kualitas produksi sekaligus memperluas akses pasar.
Menurut Akhmad, program pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga membangun kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Pembinaan harus berdampak. Warga binaan tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami standar kualitas, nilai jual, dan tanggung jawab produksi. Kolaborasi ini membuka peluang nyata agar hasil karya mereka dikenal lebih luas,” ucapnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat segera direalisasikan dalam bentuk langkah teknis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga binaan.
“Tujuan akhirnya adalah kemandirian. Hari ini mereka dibina, besok mereka harus siap berkarya dan mandiri di tengah masyarakat,” kata Akhmad Herriansyah.
BACA JUGA
