Lapas Banjarmasin Gandeng DLH Kelola Sampah Mandiri, Kalapas Dorong Program Maggot untuk Pembinaan Warga Binaan

Lapas Banjarmasin
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mendampingi Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, H. Marzuki, S.E., M.A., saat melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Senin (18/5/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lapas Kelas IIA Banjarmasin menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin untuk memperkuat pengelolaan sampah mandiri di lingkungan lapas. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kunjungan Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, H. Marzuki, S.E., M.A., ke Lapas Banjarmasin, Senin (18/5).

Kunjungan diterima jajaran Lapas Kelas IIA Banjarmasin, di antaranya Kepala Subbagian Tata Usaha Fajar Shidiq Sulistiawan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Deri Prihandoko, Kepala Urusan Umum Yurike Violina, serta Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Obi Noverianda.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan membahas penguatan koordinasi terkait pengelolaan kebersihan lingkungan, penanganan sampah, hingga pemanfaatan limbah organik agar memiliki nilai guna.
Kasubbag Tata Usaha Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Fajar Shidiq Sulistiawan, mengatakan pihaknya telah menerapkan pemilahan sampah organik sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.

“Pemilahan sampah sudah kami lakukan untuk dimanfaatkan sebagai pakan maggot sekaligus mendukung kegiatan pembinaan warga binaan,” ujar Fajar.

Menurut dia, pengelolaan sampah berbasis pemanfaatan kembali tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga kebersihan lingkungan lapas sekaligus meningkatkan produktivitas program pembinaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, H. Marzuki, menilai pengelolaan sampah di lingkungan lapas memiliki tantangan tersendiri karena tingginya jumlah penghuni.

“Dengan jumlah hunian yang cukup banyak, pengelolaan sampah memang harus mendapat perhatian serius. Ini menjadi salah satu tantangan dalam penanganan sampah di Kota Banjarmasin,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan lintas sektor, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dapat menjadi solusi untuk mendorong inovasi pengelolaan sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan.

“Kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan agar sampah yang ada tidak terbuang sia-sia dan bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai,” ucapnya.

Marzuki juga berharap Lapas Kelas IIA Banjarmasin dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami berharap Lapas Banjarmasin bisa menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan, khususnya di lingkungan pemasyarakatan,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DLH Kota Banjarmasin turut meninjau tempat penampungan sampah sementara di area lapas sebelum sampah diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung sistem pengelolaan dan penanganan sampah yang diterapkan.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung program pengelolaan lingkungan melalui kegiatan pembinaan yang produktif bagi warga binaan.

“Kami terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui program pembinaan kemandirian, seperti budidaya maggot dan kegiatan produktif lainnya. Selain menjaga kebersihan lingkungan lapas, program ini juga memberikan keterampilan dan manfaat bagi warga binaan,” kata Akhmad.

Ia berharap sinergi antara Lapas Banjarmasin dan DLH Kota Banjarmasin dapat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar