Lapas Banjarmasin Gandeng Pelindo Latih Warga Binaan Kuasai Sablon, Bekal Usaha Setelah Bebas

Lapas Banjarmasin
Lembaga pemasyarakatan tersebut menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan untuk memberikan pelatihan sablon kepada 30 warga binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah bebas, Kamis (9/7/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pembuatan keterampilan menjadi salah satu fokus pembinaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Kali ini, lembaga pemasyarakatan tersebut menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan untuk memberikan pelatihan sablon kepada 30 warga binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah bebas, Kamis (9/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Banjarmasin, merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi warga binaan melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik dari instruktur Rumah Kaos Warna Banjarbaru, Fairus dan Febri. Materi yang diberikan meliputi proses pembuatan desain, teknik afdruk, hingga praktik penyablonan pada media kain.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung dalam tiga kali pertemuan dengan frekuensi satu kali setiap pekan. Melalui tahapan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami seluruh proses produksi sablon dan menghasilkan produk yang layak dipasarkan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan bekerja maupun berwirausaha setelah menyelesaikan masa pidana.

“Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang benar-benar dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat. Kami ingin mereka memiliki bekal usaha sehingga mampu hidup mandiri, produktif, dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” ujar Akhmad Herriansyah.

Ia juga mengapresiasi dukungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program pembinaan di Lapas Banjarmasin.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan melalui Program TJSL yang telah membantu memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Sinergi seperti ini sangat penting karena semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula kesempatan warga binaan memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius agar mampu menguasai setiap tahapan penyablonan.

Menurutnya, keterampilan sablon memiliki prospek yang cukup baik karena dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri maupun menjadi modal untuk bekerja di sektor industri kreatif.

Salah seorang peserta pelatihan berinisial MP mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Saya tertarik mengikuti pelatihan ini karena ingin memiliki keterampilan baru. Semoga nanti setelah bebas saya bisa memanfaatkan ilmu sablon ini untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperluas kerja sama dengan berbagai instansi dan dunia usaha guna meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian.

Melalui kolaborasi tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial serta meningkatkan peluang memperoleh penghasilan secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar