Lapas Banjarmasin Gelar Tes VCT bagi 98 Warga Binaan, Fokus Deteksi Dini Penyakit Menular

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menggelar pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV dan sifilis bagi warga binaan, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus memastikan pemenuhan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di Klinik Lapas Banjarmasin itu diikuti sebanyak 98 warga binaan secara bertahap dan bergiliran. Pemeriksaan meliputi konseling kesehatan, skrining HIV, serta pemeriksaan sifilis.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Azhar, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah, Kasi Binadik Gilang Wisnuwardhana, Kasubsi Bimkemaswat Muhammad Ansyari, serta petugas kesehatan Klinik Lapas Banjarmasin.

Azhar mengatakan, kegiatan deteksi dini seperti VCT perlu dilakukan secara rutin karena kesehatan warga binaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan di lapas.

“Kegiatan VCT ini harus dilaksanakan dengan baik, tertib, dan penuh tanggung jawab. Kesehatan warga binaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan, sehingga deteksi dini seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Azhar saat membuka kegiatan.

Sementara itu, Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu bentuk perhatian lapas terhadap kondisi warga binaan, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan hunian yang padat.

“Pelaksanaan VCT ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan warga binaan. Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” kata Herriansyah.

Menurut dia, layanan kesehatan yang memadai menjadi bagian dari program pembinaan yang wajib dipenuhi oleh pihak lapas. Karena itu, pihaknya terus mendorong pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga binaan.

Dokter Klinik Lapas Banjarmasin, dr. Yayuk Ruwaidah menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara sukarela dan rahasia, disertai edukasi kesehatan bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau. Pemeriksaan dilakukan secara sukarela, rahasia, dan disertai edukasi kesehatan agar warga binaan lebih memahami pentingnya pencegahan penyakit menular,” ujar Yayuk.

Salah seorang warga binaan berinisial ZA mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani masa pidana.

“Kami merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan seperti ini. Petugas juga memberikan penjelasan yang baik sehingga kami lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menular,” kata ZA.

Kegiatan VCT HIV dan sifilis itu menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam meningkatkan layanan kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

Tinggalkan Komentar