Lapas Banjarmasin Kembali Gelar Pendidikan Kesetaraan, Kalapas: Bekal Penting agar Warga Binaan Siap Kembali ke Masyarakat
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali memfasilitasi pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan bagi warga binaan bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian untuk memastikan hak warga binaan memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi selama menjalani masa pidana.
Program ini diikuti warga binaan yang tergabung dalam Paket A, Paket B, dan Paket C sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Selama proses belajar, para peserta mendapatkan pendampingan dari tutor PKBM Azzahra dengan materi yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan kesetaraan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan karena mampu membuka kesempatan bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Kami terus mendukung pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan sebagai bagian dari pembinaan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Pendidikan menjadi bekal penting agar mereka memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujar Herriansyah.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menambahkan program pendidikan kesetaraan merupakan bentuk pemenuhan hak warga binaan sebagaimana diatur dalam sistem pemasyarakatan.
“Program Pendidikan Kesetaraan menjadi salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan di bidang pendidikan. Kami berharap mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik hingga menyelesaikan pendidikannya sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PKBM Azzahra, Rahmi Utari, mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, semangat belajar yang ditunjukkan warga binaan menjadi modal penting untuk menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
“Kami melihat warga binaan memiliki semangat belajar yang sangat baik. Mereka aktif mengikuti pembelajaran dan menunjukkan antusiasme yang tinggi di setiap pertemuan. Kami berharap semangat ini terus terjaga hingga mereka berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Kesetaraan,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan berinisial R mengaku bersyukur memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti.
“Saya senang bisa kembali belajar bersama PKBM Azzahra. Kesempatan ini memotivasi saya untuk menyelesaikan pendidikan yang sempat tertunda dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi yang terus berlanjut dengan PKBM Azzahra, Lapas Banjarmasin berharap Program Pendidikan Kesetaraan dapat meningkatkan pengetahuan warga binaan sekaligus menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. Program tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi positif ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
BACA JUGA
