Lapas Banjarmasin Optimistis Panen Lele September, Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Terus Diperkuat

Lapas Banjarmasin
Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui budidaya ikan lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2. Sabtu (18/7/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com– Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui budidaya ikan lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2.

Untuk memastikan target produksi tercapai, petugas secara rutin melakukan pemantauan terhadap perkembangan lele yang dibudidayakan di kolam bioflok maupun kolam tanah.

Monitoring yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) itu meliputi pemeriksaan kondisi kolam, kualitas air, kecukupan pakan, hingga pertumbuhan ikan. Pengawasan berkala tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif agar proses budidaya berjalan optimal hingga masa panen yang ditargetkan pada pertengahan hingga akhir September 2026.

Petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Muttaqin Akbar mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan perkembangan lele di kedua jenis kolam berada dalam kondisi baik.

“Monitoring rutin terus kami lakukan untuk memastikan pertumbuhan lele tetap optimal, baik di kolam bioflok maupun kolam tanah. Sejauh ini perkembangannya cukup baik. Apabila kondisinya terus terjaga, kami optimistis panen dapat dilaksanakan pada pertengahan hingga akhir September 2026 sesuai target,” ujar Muttaqin.

Menurutnya, keberhasilan budidaya sangat bergantung pada konsistensi perawatan, mulai dari pengelolaan kualitas air hingga pemberian pakan yang sesuai kebutuhan ikan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menegaskan, budidaya perikanan merupakan salah satu program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan.

“Program budidaya lele ini tidak semata-mata mengejar hasil panen, tetapi menjadi media pembelajaran yang memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Kami ingin mereka memiliki pengalaman dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat sehingga peluang untuk mandiri secara ekonomi semakin terbuka,” kata Akhmad Herriansyah.

Ia menambahkan, pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) menjadi bagian dari komitmen Lapas Banjarmasin dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

“Melalui program ini kami berupaya membangun budaya kerja, tanggung jawab, serta keterampilan warga binaan. Hasil panen nantinya diharapkan tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan kemandirian yang terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Selain mendukung pembinaan keterampilan, budidaya lele di SAE 2 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Dengan monitoring yang dilakukan secara berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Banjarmasin optimistis target panen pada September mendatang dapat tercapai sekaligus memberikan manfaat bagi proses pembinaan warga binaan.

Tinggalkan Komentar