Lapas Banjarmasin Pasok 46 Butir Telur ke Koperasi, Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Terus Produktif
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali mendistribusikan hasil budidaya ayam petelur dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 ke Koperasi Lapas, Sabtu (18/7/2026).
Sebanyak 46 butir telur dipasarkan sebagai bagian dari hasil program pembinaan kemandirian yang dijalankan warga binaan.
Distribusi hasil peternakan tersebut menjadi salah satu bentuk optimalisasi program pembinaan berbasis keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Budidaya ayam petelur dikelola langsung oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja sehingga mampu menghasilkan produksi secara berkelanjutan.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Muttaqin Akbar mengatakan, pemasaran telur hasil budidaya telah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Produksi berasal dari dua unit peternakan, yakni SAE 1 dan SAE 2.
“Setiap hari kami menjadwalkan penjualan sekitar 100 hingga 120 butir telur hasil produksi dari SAE 1 dan SAE 2 ke Koperasi Lapas. Hari ini SAE 2 menyumbang 46 butir telur sebagai bagian dari target produksi harian tersebut,” ujar Muttaqin.
Menurutnya, hasil penjualan menjadi indikator bahwa program pembinaan kemandirian berjalan secara konsisten sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan di bidang peternakan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa sektor peternakan menjadi salah satu program pembinaan unggulan yang terus dikembangkan karena tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
“Produktivitas yang terus terjaga menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian berjalan dengan baik dan memberikan hasil nyata. Kami akan terus mengembangkan sektor peternakan sebagai sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan produktivitas Lapas,” kata Akhmad Herriansyah.
Ia menambahkan, keberlanjutan program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) diharapkan mampu membentuk etos kerja, tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan warga binaan. Dengan demikian, mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat menjadi modal untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pengelolaan SAE, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Hasil produksi yang dipasarkan secara rutin menjadi bukti bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang mendukung keberlangsungan program pembinaan di dalam lapas.
BACA JUGA
