Lapas Banjarmasin Koordinasi dengan PLN, Penambahan Daya Listrik Jadi Prioritas

Lapas Banjarmasin
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin terkait rencana penambahan daya listrik untuk menunjang operasional dan pelayanan pemasyarakatan. Jum'at (28/8/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin terkait rencana penambahan daya listrik untuk menunjang operasional dan pelayanan pemasyarakatan.

Koordinasi tersebut dibahas dalam audiensi Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah bersama jajaran PLN di ruang kerja Kalapas, Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Team Leader Pelayanan Pelanggan ULP Lambung Mangkurat Rifky Zamzani bersama tim membahas kebutuhan kelistrikan Lapas, termasuk memastikan tahapan pengusulan penambahan daya telah dilakukan sesuai mekanisme.

Akhmad Herriansyah mengatakan, Lapas Banjarmasin sebelumnya telah menyampaikan usulan penambahan daya secara resmi melalui surat kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan.
Menurut dia, pengusulan tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan koordinasi dengan PLN, terutama terkait kebutuhan dan proses teknis penambahan daya di lapangan.

“Penambahan daya ini merupakan kebutuhan untuk menunjang operasional Lapas. Usulannya sudah kita sampaikan melalui Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan. Saat ini kita terus melakukan koordinasi agar prosesnya dapat berjalan sesuai mekanisme,” ujar Akhmad Herriansyah.

Ia menilai, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kelistrikan perlu dilakukan secara terencana dengan melibatkan instansi terkait. Koordinasi sejak tahap pengusulan hingga tindak lanjut dinilai penting agar kebutuhan listrik dapat terpenuhi secara optimal.

“Yang terpenting prosesnya berjalan sesuai prosedur, komunikasinya jelas, dan setiap tahapan dapat ditindaklanjuti dengan baik,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Akhmad Herriansyah didampingi Kasubbag Tata Usaha Fajar Shidiq Sulistiawan, Kaur Umum Yurike Violina, Kaur Kepegawaian dan Keuangan Akhmad Syafiq Khalwan, serta sejumlah staf.

Akhmad Herriansyah berharap koordinasi dengan PLN dapat memperlancar proses penambahan daya sehingga kebutuhan listrik di Lapas Banjarmasin dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, operasional, serta pelayanan kepada warga binaan.

Koordinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Lapas Banjarmasin memperkuat sinergi dengan PLN dalam memastikan kebutuhan infrastruktur dasar dapat dipenuhi secara terencana dan sesuai ketentuan.

Tinggalkan Komentar