Lapas Banjarmasin Perkuat Ketahanan Pangan, Tebar 3.000 Bibit Lele dan Panen Hasil Budidaya Warga Binaan

Lapas Banjarmasin
Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemasyarakatan Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Jumadi, saat melakukan kunjungan kerja ke lapas tersebut, Senin (11/5/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan melalui pengembangan budidaya perikanan dan kegiatan produktif lainnya.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemasyarakatan Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Jumadi, saat melakukan kunjungan kerja ke lapas tersebut, Senin (11/5/2026).

Dalam kunjungan itu, Jumadi didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Sugito. Rombongan meninjau langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang dijalankan warga binaan di lingkungan lapas.

Salah satu agenda kegiatan ialah pelepasan 3.000 bibit ikan lele di kolam budidaya yang berada di depan Gedung Bimbingan Kerja (Bimker). Selain itu, rombongan juga melakukan panen ikan lele sebanyak 50 kilogram dari area budidaya SAE 2 yang dikelola warga binaan.

Jumadi menilai perkembangan tata kelola pembinaan di Lapas Banjarmasin menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurut dia, pembinaan yang berjalan saat ini tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan mental, tetapi juga penguatan keterampilan produktif bagi warga binaan.

“Saya lihat Lapas Banjarmasin lebih baik dari dua tahun kemarin. Tata kelola pembinaan dan pembangunannya juga semakin baik dan terarah,” kata Jumadi saat meninjau area pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan kunjungan tersebut menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi bagi jajaran lapas untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan.

Menurut dia, program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama karena dapat memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah bebas nantinya.

“Program pembinaan seperti budidaya perikanan ini kami dorong agar warga binaan memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. Kunjungan ini juga menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola pembinaan maupun sarana prasarana di Lapas Banjarmasin,” ujar Akhmad.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen mengembangkan berbagai program pembinaan produktif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membangun kemandirian warga binaan secara berkelanjutan.

Kegiatan kunjungan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari warga binaan maupun petugas lapas. Program budidaya perikanan tersebut diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari pembinaan yang produktif dan berdaya guna.

Tinggalkan Komentar