Latihan Tempur TNI Malinau: Pussimpur Gembleng Prajurit Yonif 614/RJP

TNI AD
Prajurit Yonif 614/RJP bersama gabungan satuan Kodam VI/Mulawarman menyimak instruksi pengoperasian perangkat simulasi tempur digital dari Pussimpur Kodiklatad di Aula Yonif 614/RJP, Malinau, Kaltara, Jumat (25/9/2026).

MALINAU, Gerbangkaltim.com – Memperkuat keandalan serta kesiapsiagaan operasional prajurit di wilayah perbatasan, Pusat Simulasi Tempur (Pussimpur) Kodiklatad menggelar pembekalan aplikasi Simulasi Tempur (Simpur) modern di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Pelatihan teknologi militer canggih ini ditujukan bagi para pelaku Latihan Antar Kecabangan Batalyon Tim Pertempuran (Latancab YTP) Yonif 614/Raja Pandhita Kodam VI/Mulawarman Tahun Anggaran 2026, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan pembekalan intensif yang berlangsung di Aula Yonif 614/RJP ini digelar selama dua hari hingga Sabtu (26/9/2026). Pelatihan ini menjadi modal krusial dalam menyongsong Latposko-I yang dijadwalkan bergulir pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 mendatang.

Guna memastikan pemahaman materi berjalan optimal, Pussimpur menerapkan metode gabungan teori dan praktik (drill teknis) yang interaktif. Para peserta digembleng menggunakan berbagai instrumen digital mutakhir, mulai dari pengoperasian aplikasi Rencana Informasi Latihan (RIL), kalkulasi analisis Running Estimate (RE), pengaturan Jam Simulasi, hingga visualisasi Sketsel taktis berbasis digital. Seluruh perangkat simulasi tempur canggih disiapkan dan diinstalasi secara presisi oleh tim teknis Pussimpur.

Kehadiran teknologi pertempuran digital ini menandai transformasi metode latihan konvensional menuju sistem yang lebih efektif, terintegrasi, dan responsif. Dinamika medan operasi dapat diproyeksikan secara langsung untuk menguji ketepatan pengambilan keputusan komando secara real-time.

Pelatihan terpadu ini diikuti oleh prajurit Yonif 614/RJP bersama unsur perkuatan dari berbagai satuan kecabangan TNI AD di bawah naungan Kodam VI/Mulawarman. Sinergi ini juga melibatkan jajaran Pendam, Bintaldam, Sandi Siber Kodam VI/Mulawarman, serta satuan kewilayahan dari Korem 092/Maharajalila dan Kodim 0911/Nunukan. Melalui keterpaduan lintas satuan ini, TNI AD optimistis mampu melahirkan prajurit yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi dinamika ancaman modern.

Sumber: Pendam VI/Mlw

Tinggalkan Komentar