Lebih dari Sekadar Tradisi, Halal Bihalal di Lapas Banjarmasin Hangatkan Kebersamaan
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Hangatnya suasana kebersamaan terasa memenuhi Masjid Baabut Taqwa di lingkungan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Sabtu (4/4/2026).
Tawa, senyum, dan jabat tangan saling berkelindan dalam momen halal bihalal yang menjadi ruang mempererat hati setelah Ramadan berlalu.
Tak sekadar tradisi tahunan, kegiatan ini menghadirkan nuansa kekeluargaan antara pimpinan, pegawai, hingga warga binaan.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, hadir langsung bersama jajaran, Dharma Wanita Persatuan, serta perwakilan warga binaan.
Menurut Akhmad Herriansyah, halal bihalal menjadi momen penting untuk membangun kembali kebersamaan yang mungkin sempat renggang oleh rutinitas kerja.
“Melalui halal bihalal ini, kita saling membuka hati, saling memaafkan, dan memperkuat kebersamaan sebagai satu keluarga besar pemasyarakatan,” tuturnya.
Dalam suasana yang khidmat, tausiyah dari H. Ahmad Rudiyanoor mengajak seluruh peserta merenungi makna halal bihalal yang lebih dalam. Ia menyebut tradisi ini sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia yang telah ada sejak masa Soekarno.
“Halal bihalal adalah tentang menghalalkan kesalahan, membersihkan hati, dan mempererat ukhuwah. Ini bukan sekadar seremoni, tapi kebutuhan batin,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan setelah Ramadan tetap penuh ujian. Namun, dengan sikap sabar dan syukur, setiap kondisi dapat dimaknai sebagai kebaikan.
“Seperti buah salak, kulitnya memang kasar, tetapi di dalamnya manis. Begitu pula musibah, selalu ada hikmah yang tersembunyi,” katanya.
Di penghujung acara, satu per satu peserta saling bersalaman. Tak ada sekat jabatan atau status, semua larut dalam suasana saling memaafkan. Momen itu menjadi pengingat bahwa di balik tembok lembaga pemasyarakatan, nilai kemanusiaan dan persaudaraan tetap tumbuh kuat.
BACA JUGA
