Longsor Ganggu Jalan Tiga Kampung, DPUPR Berau Bergerak

longsor jalan Berau
DPUPR Kabupaten Berau melakukan penanganan awal pada titik longsor di ruas jalan penghubung Kampung Pegat Bukur, Kampung Inaran, dan Kampung Bena Baru untuk menjaga akses warga tetap aman dan lancar.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.comLongsor jalan Berau mulai ditangani Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Penanganan awal dilakukan untuk menjaga akses warga tetap terbuka di ruas jalan yang menghubungkan Kampung Pegat Bukur, Kampung Inaran, dan Kampung Bena Baru.

Titik longsor tersebut menjadi perhatian DPUPR Berau karena ruas jalan yang terdampak memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat di tiga kampung. Jalan itu digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi dan distribusi barang hingga akses menuju layanan publik.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau Junaidi mengatakan, langkah penanganan sementara dilakukan sebagai respons cepat agar kondisi jalan tetap dapat dilalui masyarakat sembari pemerintah menyiapkan pekerjaan permanen.

Menurutnya, penanganan awal diperlukan untuk mencegah gangguan akses yang lebih besar. Terlebih, ruas tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat yang beraktivitas maupun melakukan perjalanan antarkampung.

“Perbaikan tahap awal kami lakukan agar jalan penghubung menuju Kampung Pegat Bukur, Kampung Inaran, dan Kampung Bena Baru tetap aman dilalui masyarakat. Sementara untuk penanganan permanen akan dilaksanakan pada tahap selanjutnya,” ujar Junaidi.

Dalam pekerjaan tersebut, DPUPR Berau menyiapkan penggunaan material geotextile yang dipadukan dengan sistem pancangan. Metode ini diterapkan untuk memperkuat struktur tanah pada bagian badan jalan yang mengalami longsor.

Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kestabilan lereng sekaligus memberikan ruang bagi badan jalan agar dapat kembali berfungsi dengan lebih baik. Dengan kondisi yang lebih stabil, kendaraan diharapkan dapat melintas dengan tingkat keamanan yang lebih baik.

Junaidi menjelaskan, karakter geografis Berau yang memiliki cukup banyak kawasan berbukit menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah ruas jalan rawan mengalami longsor. Risiko tersebut dapat meningkat ketika curah hujan tinggi dan kondisi tanah menjadi lebih mudah bergerak.

Karena itu, penanganan awal dinilai penting untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih luas. Respons cepat juga diperlukan untuk menjaga konektivitas masyarakat, terutama pada ruas jalan yang menjadi akses utama sejumlah kampung.

Bagi masyarakat Pegat Bukur, Inaran, dan Bena Baru, keberadaan jalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan mobilitas sehari-hari. Jalur itu juga mendukung distribusi kebutuhan, aktivitas perdagangan, akses terhadap pelayanan publik, serta kegiatan pembangunan di wilayah kampung.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPUPR pun memastikan penanganan dilakukan secara bertahap. Perbaikan sementara menjadi langkah awal untuk menjaga fungsi jalan, sementara pekerjaan permanen disiapkan sebagai solusi jangka panjang.

“Kami berharap setelah dilakukan perbaikan awal, kondisi jalan menjadi lebih stabil dan aman untuk dilalui kendaraan. Selanjutnya akan disiapkan penanganan permanen agar ruas jalan ini dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang,” kata Junaidi.

Penanganan tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran akses warga sekaligus mencegah gangguan konektivitas antarkampung. Pemerintah daerah juga terus memperhatikan kondisi infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya menjaga aktivitas masyarakat dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Berau.

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau.

Tinggalkan Komentar