Mahasiswa Berau Geruduk Kantor Bupati, Soroti BBM dan Karhutla
TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Aksi mahasiswa Berau dan masyarakat digelar di depan Kantor Bupati Berau, Kamis (3/9/2026). Puluhan peserta yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Berau menyampaikan sejumlah tuntutan, terutama terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekitar 25 orang mengikuti aksi tersebut. Massa terlebih dahulu berkumpul di halaman Masjid Agung, Jalan Apt Pranoto, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, sekitar pukul 09.55 Wita.
Sekitar pukul 10.37 Wita, peserta aksi bergerak berjalan kaki menuju Kantor Bupati Berau. Setibanya di lokasi, mereka menyampaikan aspirasi melalui sejumlah orasi.
Persoalan BBM menjadi salah satu perhatian utama massa. Mereka mempertanyakan kondisi pasokan yang disebut masih tersedia, tetapi pada saat yang sama masyarakat mengalami kesulitan memperoleh BBM.
Koordinator lapangan aksi, Muhammad Asry J, mengatakan persoalan tersebut bukan sekadar isu yang disampaikan melalui aksi, melainkan turut dirasakan langsung masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih konkret untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain BBM, massa juga mendesak pemerintah daerah memperkuat penanganan karhutla. Mereka meminta kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah tidak hanya dihadapi dengan menunggu perubahan cuaca atau turunnya hujan.
Karhutla dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, salah satunya melalui munculnya kabut asap di sejumlah kawasan. Karena itu, massa meminta upaya pencegahan, pemantauan, dan penanganan dilakukan secara lebih serius.
Sekitar pukul 11.56 Wita, peserta aksi memasuki halaman Kantor Bupati Berau. Mereka kemudian diterima jajaran pemerintah daerah bersama perwakilan Pertamina Patra Niaga.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa dan masyarakat mempertanyakan penyebab terganggunya ketersediaan BBM. Mereka juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.
Massa turut meminta kepastian untuk dapat bertemu langsung dengan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas guna menyampaikan persoalan tersebut.
Asisten II Setda Berau, Mustakim Suharjana, menyatakan pemerintah daerah menghargai aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Ia mengatakan kritik dan masukan dari mahasiswa menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Untuk persoalan karhutla, penanganan telah dilakukan melalui Tim Satgas Karhutla dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Sementara terkait BBM, pemerintah daerah bersama Diskoperindag Berau dan Pertamina Patra Niaga akan memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan serta distribusinya.
Mustakim juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berkomunikasi dengan bupati mengenai permintaan audiensi dari massa. Menurutnya, Bupati Berau tidak menolak pertemuan tersebut dan telah meminta jajaran Prokopim mengatur agenda pertemuan dengan mahasiswa.
Asisten I Setda Berau, M Hendratno, menambahkan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Penanganan karhutla terus dilakukan bersama Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait.
Pemantauan juga diperkuat di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian. Kondisi cuaca dan arah angin disebut turut memengaruhi penyebaran api, terutama di kawasan dengan kondisi lahan kering.
Hendratno menyebut kondisi Berau yang menghadapi periode kering menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian karhutla. Meski demikian, ia memastikan personel dan unsur terkait tetap dikerahkan untuk melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, juga menyatakan kesiapan pihaknya memberikan penjelasan mengenai persoalan BBM. Jajaran perangkat daerah akan dilibatkan apabila pertemuan antara bupati dan mahasiswa dilaksanakan.
Dari Pertamina Patra Niaga, Bagus Prabowo menjelaskan bahwa distribusi BBM ke Berau turut dipengaruhi kondisi antrean kapal pengangkut BBM di Balikpapan. Situasi tersebut menyebabkan jadwal kedatangan pasokan mengalami perubahan.
Ia menyebut kapal yang semula direncanakan tiba pada 24 Agustus mengalami pergeseran menjadi 31 Agustus. Sementara kapal berikutnya dijadwalkan kembali tiba pada Senin.
Di sisi lain, Pertamina bersama Forkopimda dan Diskoperindag Berau terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM. Pengawasan tersebut dilakukan agar distribusi dapat berlangsung lebih merata, termasuk menyikapi ketentuan terbaru mengenai pembatasan pembelian BBM untuk kendaraan roda empat.
Pertamina juga akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan ketentuan distribusi berjalan serta pasokan BBM tidak terkonsentrasi pada pihak tertentu.
Aksi tersebut memperlihatkan dua persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat Berau, yakni kepastian distribusi BBM dan pengendalian karhutla. Pemerintah daerah bersama unsur terkait kini dituntut memastikan langkah penanganan tidak berhenti pada penjelasan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Berau
BACA JUGA
