Menumbuhkan Asa di Area SAE 2, Lapas Banjarmasin Kembangkan Peternakan Ayam Petelur
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Area SAE 2 Lapas Kelas IIA Banjarmasin, terasa berbeda, di tengah aktivitas pembinaan warga binaan, puluhan ayam petelur tampak mulai berlarian di area umbaran yang baru disiapkan. Sebanyak 90 ekor ayam petelur dilepas sebagai bagian dari pengembangan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Program budidaya ayam petelur sistem umbaran itu menjadi langkah baru Lapas Banjarmasin dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberi pengalaman kerja nyata bagi para warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, bahwa program tersebut dirancang untuk membangun keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
“Ketahanan pangan yang kami jalankan bukan sekadar mengejar hasil produksi. Yang lebih penting adalah bagaimana warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup mereka ketika bebas nanti,” ujar Herriansyah. Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, peternakan ayam petelur dipilih karena memiliki nilai edukasi sekaligus peluang ekonomi yang cukup besar. Warga binaan dilibatkan langsung dalam proses perawatan kandang, pemberian pakan, hingga pengelolaan produksi telur.
Suasana pembinaan di area peternakan pun tampak lebih hidup. Sejumlah warga binaan terlihat aktif mengikuti arahan petugas sambil mempelajari cara merawat ayam dengan sistem umbaran, yakni metode pemeliharaan yang memberi ruang lebih alami bagi ternak untuk bergerak bebas.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyebut pendekatan tersebut sengaja dipilih agar warga binaan memahami pola peternakan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Melalui program ini mereka belajar disiplin, tanggung jawab, sekaligus keterampilan teknis peternakan. Kami berharap ketika kembali ke masyarakat nanti, mereka punya kemampuan yang benar-benar bisa dimanfaatkan,” katanya.
Selain mendukung kebutuhan pangan internal lapas, hasil budidaya ayam petelur itu nantinya juga diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan program pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Bagi Lapas Banjarmasin, pelepasan 90 ayam petelur tersebut bukan hanya soal memulai usaha peternakan. Di balik kandang-kandang sederhana itu, ada upaya menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan baru bagi warga binaan untuk memiliki masa depan yang lebih mandiri.
BACA JUGA
