OMC Hari Ketiga, Pesawat C-212 TNI AU Sebar 1,6 Ton Garam di Langit IKN

Lanud Dhomber
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar untuk mendukung pengelolaan kondisi cuaca di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (24/8/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar untuk mendukung pengelolaan kondisi cuaca di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (24/8/2026).

Memasuki hari ketiga pelaksanaan OMC, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengerahkan pesawat Cassa NC-212 untuk melakukan dua kali penerbangan atau sortie.

Dalam dua penerbangan tersebut, total 1,6 ton bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau garam ditebarkan ke sejumlah awan yang dinilai memenuhi kriteria untuk dilakukan penyemaian.

Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, penyemaian tidak hanya dilakukan pada satu awan. Tim justru menyasar sejumlah awan yang berpotensi berkembang menjadi awan hujan.

“Menurut BMKG, penyemaian tidak di satu awan, tetapi banyak awan sehingga awan tersebut bertumbuh menjadi awan hujan,” kata I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Ia menjelaskan, proses pematangan awan setelah dilakukan penyemaian membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam.
Setiap sortie membawa 800 kilogram NaCl. Penentuan awan yang menjadi sasaran penyemaian dilakukan berdasarkan hasil analisis Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Untuk kriteria awan yang akan disemai sudah ditentukan oleh Tim BMKG. Jadi, pilot akan terbang menuju awan yang sudah ditentukan pada saat briefing,” ujarnya.

Sortie pertama dimulai sekitar pukul 07.15 Wita. Pesawat Cassa NC-212 membawa 800 kilogram NaCl dan melakukan penyemaian pada ketinggian antara 700 hingga 10.000 kaki.
Pada penerbangan pertama, penyemaian diarahkan ke pertumbuhan awan di sejumlah sektor, mulai dari tenggara, barat laut, hingga barat daya Bendungan Sepaku Semoi.

Setelah penerbangan pertama selesai, pesawat kembali melakukan sortie kedua dengan membawa 800 kilogram NaCl.

Pada sortie kedua, penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 11.000 kaki. Sasaran penyemaian diarahkan ke wilayah barat daya dan barat Bendungan Sepaku Semoi dengan mempertimbangkan dinamika pergerakan awan.

I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, pemantauan terhadap perkembangan awan akan terus dilakukan untuk menentukan kemungkinan penyemaian berikutnya.

“Setiap sortie menggunakan 800 kilogram NaCl dan kami akan terus mengamati potensi awan agar penyemaian dapat terus dilaksanakan,” katanya.

Pelaksanaan OMC dilakukan dengan mengandalkan pemantauan kondisi atmosfer dan pergerakan awan. Dengan demikian, penyemaian dilakukan secara selektif berdasarkan awan yang dinilai memenuhi parameter yang telah ditetapkan oleh tim meteorologi.

Tinggalkan Komentar